"D"

1.8K 86 0
                                        

"bang Zero ga boleh pergi" rengek anak kecil itu melihat sahabat yang sangat ia sayangi harus pergi meninggalkannya dalam jangka waktu yang panjang.

"Nanti kalo bang Zero udah sembuh pasti balik" laki-laki yang hanya selang dua tahun dengannya itu memeluknya sangat erat.

"Janji ya?"

"Janji".

Zero merupakan anak dari tetangga keluarga Ziva. Mereka dulu bersebelahan rumah, itu membuat zero dan ziva sangatt dekat. Begitu juga dengan zero dan zanna.
Namun setelah mendapat kabar bahwa zero menderita penyakit pneumonia, keluarga zero memutuskan untuk pindah ke Singapura demi anak mereka mendapat perawatan yang baik.

Dan itu membuat mereka bertiga, zero, zanna dan ziva harus berpisah.

----

"Bang Zero? Lo?!!!!" Teriak ziva lalu tanpa basa-basi dia memeluk zero dengan sangatt erat.

"Kok lo tetep pendek sih ziv"ucap zero masih memeluk wanita itu dengan erat.

"Lo yang ketinggian. Gue kangen banget sumpah."ziva melepaskan pelukannya.
Dia menatap zero dengan tatapan yang sendu.

"Nanti gue kerumah"

"Aaa pasti kak zanna seneng banget Lo pulang ke Indo"pekik ziva kembali memeluk zero lebih erat.

"Lo bisa main kalimbanya?"tanya Zero.

Ziva langsung melepaskan pelukan zero dan mendongakkan kepalanya menatap laki laki yang tingginya jauh diatasnya.

"Oh jadi tuh kalimba dari Lo, pantesan---"

"Dari gue"potong Gabriel cepat.

Ziva langsung menolehkan kepalanya kearah Gabriel. Lalu kembali menatap Zero.

"Itu dari Gabriel. Dia sepupu gue makanya ada marga Huston"

"Gue ga peduli juga"ketus ziva.

"Oh jadi yang dibilang Nadin ganteng tuh Lo"ziva kembali mengingat perkataan Nadin soal siswa baru yang katanya lebih ganteng dari zava.

"Lah apa apaan haha" lantas Zero tertawa lepas mendengar perkataan polos ziva barusan.

"Kok Lo sekolah lagi bang bukannya harusnya udah lulus kayak kak zanna?"

"Gue kan terlambat ya mau gimana lagi"

"Gapapa deh sekarang gue jadi punya temen baru lagi"seru ziva.

"Gue pergi dulu" Gabriel memotong pembicaraan mereka, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

"Lo kemana?"

"Udah biarin aja bang, yuk kekelas bareng" ziva menarik tangan zero.

----

Sepanjang zero dan ziva berjalan, semua mata benar-benar tertuju padanya.
Banyak sekali wanita yang meluncurkan tatapan tak suka pada ziva.

"Tuh pasti cewek cewek alay bilang kalo gue kegenitan banget"

"Lah kenapa gitu ziv?"

"Gue punya temen namanya zava, dia ganteng kayak Lo. Ya akibatnya kayak gini"

"Haha gemes banget"

"Sama siapa? Sama tuh cewe cewe?"

"Sama zava"

"Dih bang zero!!!"pekik ziva sebal.

"Ziv" Nadin yang berpapasan dengan ziva pun langsung mencolek bahu ziva dengan bahunya.

UNTIL TOMORROW [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang