"Pindah yuk Ziv"Zero melangkahkan kaki pada sebuah tempat yang lebih lebar agar mereka semua mendapatkan kursi.
Kemudian para pelayan cafe menawarkan produk mereka dan langsung saja mencatat apa yang para remaja itu mau.
"Bang Zer!"teriak Arkila yang baru saja sampai ditempat.
"Lama banget Lo!"Ejek Zero sembari memainkan ponselnya karena banyak sekali notifikasi yang masuk. Apalagi kalau bukan notifikasi Instagram hasil postingan Ziva.
"Pak sopirnya nyasar dong, pakek nanya gue lagi" Arkila berkacak pinggang lalu duduk disebelah Ziva.
"Bagus deh, harusnya ilang aja sekalian" Timpal Gabriel merebahkan tubuhnya di kursi sofa.
"Uuuu" Arkila melempar sebuah kentang tepat mengenai Gabriel yang sudah ganti atasan di mobil.
"Udah udah"Zanna memecah pertengkaran antara kakak dan adik itu.
"Mbak saya mau pesen"Sekolah memanggil seorang pramu saji untuk memesan minuman dan makanan.
"Maen yok"Ajak Zanna pada semuanya.
"Maen apa ni?"tanya Ziva masih asik memainkan ponselnya untuk melihat komentar Instagram dari postingannya barusan.
"TOD yuk" ajak Zava.
"Nah boleh tuh"setuju Zero.
"Oke setuju?"tanya Zanna memastikan pada semuanya.
Nadin menjentikkan jarinya setuju, Gabriel hanya menganggukkan kepalanya begitu juga dengan Ziva.
"Oke aturannya adalah yang ngasih dare atau pertanyaan nya adalah orang yang sebelumnya kena"Tutur Zanna.
"Terus yang pertama dari gue, kalau gue yang kena berarti dari Zero"tandasnya. Ia lalu berjalan kearah kasir untuk meminta sebuah sendok dijadikan sebagai alat permainan itu.
"Gimana setuju?" Tanya Zanna memastikan lagi.
"OKE!" Jawab mereka semua.
"Siapa yang ditunjuk palanya sendok berati dia yang kena. Mulai ya" Zanna memutar sendok itu dengan keras.
"Jatuh woi!!" Sendok itupun jatuh dan Zanna hanya cengengesan.
Gabriel pun mengambil sendoknya, sial sekali kepalanya harus terpentok meja.
"Aww!!"rintih Gabriel memegangi kepalanya.
Mereka pun tertawa melihat Gabriel.
"Adik kakak sama aja, nyusahin"desis Gabriel menaruh sendok diatas meja lalu diambil oleh Zero.
"Setuju gue"timpal Zero.
"Lo ga ngerasain, gue yang rasain"Seru Gabriel tidak terima.
"LANJOT AYO LANJOT"teriak Nadin menengahi dan tidak sabar dengan permainan itu.
"Biar gue aja yang muter"Zero mengambil alih permainan itu.
Dia memutar sendoknya dengan lebih benar, semua menatap sendok itu dan berharap bukan dirinya yang ditunjuk.
"YAH!!!"Teriak Arkila saat ia mendapatkan giliran.
" truth aja deh" pilih Arkila tanpa berfikir.
Semuanya tersenyum meliha Arkila yang nampaknya sangat sebal dirinya menjadi yang pertama kena.
"Oke gue tanya, siapa yang lebih ganteng diantara mereka bertiga?" tanya Zanna pada Arkila.
"Duh gampang banget, Zava lah" tanpa berfikir Arkila menyebut nama Zava.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTIL TOMORROW [END]
Fiksi RemajaCOMPLETED (belum revisi) Sampai kapanpun kita hanya sampai besok. Hanya keberanian yang aku miliki. Keberanian untuk menghadapi kenyataan bahwa aku menyukaimu dengan segala konsekuensinya. -Gabriel Novel ini tidak untuk menyinggung siapapun! Semua b...
![UNTIL TOMORROW [END]](https://img.wattpad.com/cover/218644948-64-k755837.jpg)