Cahaya kembali Ziva lihat tatkala dirinya membuka mata
Rasanya seperti lama ia tertidur
Dan benar saja sudah 2 Minggu gadis itu tak sadarkan diri
Lega rasanya melihat Ziva kembali memanggil Mirabeth dengan suara khasnya.
"Maa"panggil Ziva yang baru saja bangun.
Semua orang yang ada di ruangan lantas tersenyum senang, setitik air mata yang hendak keluar langsung ditepis oleh tangan.
"Ziva udah bangun?"Tanya Nyonya Huston padanya.
Ziva mengerjapkan matanya untuk mengimbangi cahaya yang masuk, kepalanya sedikit pening mungkin karena terlalu lama tidur.
Lehernya pun juga masih kaku untuk toleh menoleh sehingga ia hanya bisa menatap lurus ke depan.
"Ziva ingin apa nak? Mama ambilkan"
Dia tidak menjawab, beberapa detik kemudian lehernya sedikit ia tolehkan kearah kanan, melihat ada beberapa orang disana.
Ada mama, papanya, Huston dan istrinya, Irene serta yang baru saja datang dengan kursi rodanya
"Zava.."Lirihnya memanggil Zava.
Melihat Zava yang seperti itu Ziva mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya.
"Sayang, jangan mikirin apa yang terjadi, kamu baru bangun. Dokter bilang kalau hari ini kamu bangun, harus banyak istirahat"Mirabeth mengelus rambut putrinya.
Tapi tetap saja Ziva memikirkannya.
"Aku tidur berapa lama ma?"Tanya Ziva.
"Jauh lebih cepat dari perkiraan dokter"Jawab Irene.
Dirinya kembali menolehkan kepala kearah Zava.
Dia merasa sangat aneh dengan Zava hari itu, seperti ada yang tak biasa.
"Ziv..."panggil Zava.
Kini kursi rodanya didorong oleh suster menuju bankarnya.
Tangan Ziva bergerak memegang sesuatu dimata Zava.
Ada perban yang menutupi kedua buah matanya.
"Zav ... Kamu?"Tanya Ziva hendak menangis.
"Tenang saja, hari ini perbannya akan dilepas, jadi aku bisa melihat lagi"Zava buru-buru menenangkan wanita itu dan mengelus tangannya.
Ziva menghembuskan nafasnya lega, fikiran buruknya langsung hilang seketika saat mendengar ternyata Zava tidak mengalami luka parah dipenglihatannya.
"Kak Zanna mana?"
Tak nampak olehnya Kakak yang selalu ada kemanapun kesedihan menghampirinya, sosok galak namun berhati malaikat.
Mirabeth tidak sanggup, dirinya langsung berjalan keluar ruangan untuk memecahkan tangisnya.
"Kok diam? Mana Kak Zanna?"Tanya Ziva sedikit berteriak.
"Umm Ziva.."
"Kak Zanna sedang keluar, nanti dia kesini kok"Jelas Darwis
Tentu pria itu membohongi putrinya, apa lagi yang bisa ia katakan sekarang ini.
Kondisi Ziva belum pas untuk menceritakan semuanya.
Ziva memegangi kepalanya yang sedikit sakit itu, mencoba mengingat apa yang terjadi sampai dia ada dirumah sakit.
"Umm kalau Gabriel mana?"Tanyanya lagi.
"Pas Gabriel kesini, Zivanya belum bangun. Jadi Gabriel pulang dulu"Nyonya Huston mengelus kepala Ziva pelan.
"Permisi"Seorang dokter masuk kedalam ruang rawat Ziva.
Semua langsung menoleh dan membiarkan dokter tersebut memeriksa kondisi Ziva saat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTIL TOMORROW [END]
Roman pour AdolescentsCOMPLETED (belum revisi) Sampai kapanpun kita hanya sampai besok. Hanya keberanian yang aku miliki. Keberanian untuk menghadapi kenyataan bahwa aku menyukaimu dengan segala konsekuensinya. -Gabriel Novel ini tidak untuk menyinggung siapapun! Semua b...
![UNTIL TOMORROW [END]](https://img.wattpad.com/cover/218644948-64-k755837.jpg)