"Ibu!!!!" Teriak kedua anak itu kepada sang ibu yang tengah duduk diruang tamu sembari membenahi alat musik anaknya yang rusak.
"Eh anak ibu sudah pulang"
Ziva meletakkan biolanya kesofa lalu merentangkan tangannya bersiap memeluk sang anak.
"Ibu ibu, kami butuh bantuan ibu"Pinta sang anak.
"Baiklah, apa yang bisa ibu bantu untuk kedua putra ibu yang tampan ini?"Ziva memegang kedua bahu sang anak dan menatapnya bergantian.
"Tadi ibu guru ngasih tugas ke kita untuk menulis tentang ayah"Jelas anaknya yang satu lagi.
"Ibu bisa kan?"
Ziva kemudian menarik anaknya menuju kamar.
"Sekarang ganti baju kalian dulu, setelah itu ibu akan ceritakan sambil tidur siang"Ujar Ziva seraya melepas tas anak-anaknya.
"Tap--"
"Ayo ganti baju"
Ziva menutup kamar putranya untuk membiarkan keduanya berganti pakaian sendiri.
Dibalik pintu, dia berfikir, apa yang harus dia katakan pada kedua putranya tentang ayah mereka?
Dia tidak punya jawaban sama sekali.
"Ibu!! Ayo!!"
Pintu terbuka lalu kedua pria kecil itu menarik lengan Ziva untuk masuk ke kamar .
Mereka bertiga pun kompak untuk tidur dalam satu ranjang dengan Ziva ditengah.
"Zava.. Gabriel.." Ziva memandangi anaknya bergantian.
"Ayah kalian adalah ibu"
Zava dan Gabriel saling pandang.
"Tap--"
"Apa ibu tidak cukup dalam memberikan kalian kasih sayang?"
Zava dan Gabriel langsung memeluk ibu mereka dengan erat.
5 tahun berlalu
Ya! Ziva memiliki dua anak angkat.
Dua anak itu adalah anak dari Zanna dan Zero.
Kesalahan yang mereka berdua perbuat membuat Zanna diam-diam menyembunyikan kehamilannya.
Dan tentu Zanna hanya memberitahu hal itu pada Ziva karena Zanna benar-benar sudah menjadi budak sang ayah, Jack.
Miris? Sangat.
Ini seperti kisah yang diputar ulang pada generasi berbeda, namun Ziva berjanji akan menjaga kedua anaknya agar tak pernah merasakan apa yang Ia rasakan dulu.
"Aku akan menceritakan betapa ibu sangat menyayangiku disekolah besok"Ujar Gabriel lalu mendapat anggukan dari Zava.
"Mau ibu ceritakan sesuatu yang lain?"
"Apa ibu?"
"Tentang Gabriel dan Zava"
"Kita?"Tanya mereka kompak.
"Bukan sayang, tapi Gabriel dan Zava kesayangan ibu lainnya"
"Siapa mereka ibu?"
Ziva kemudian menceritakan siapa itu Zava dan Gabriel miliknya dulu, dengan usaha keras ia menahan air mata saat menceritakan itu pada kedua putranya.
"Lalu dimana sekarang Om Gabriel dan Om Zava?"Tanya Zava kecil penasaran.
"Om Zava sudah menikah dengan Tante Arkila, dan Om Gabriel sudah disurga"Jawab Ziva seraya menciumi kedua kening anaknya bergantian.
"Kalau Om Gabriel masih hidup, pasti Om Gabriel jadi ayahnya Zava"Seru Zava polos.
Deg
Hati Ziva rasanya kembali merasakan nyeri. Perkataan putranya barusan begitu menancap dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTIL TOMORROW [END]
Teen FictionCOMPLETED (belum revisi) Sampai kapanpun kita hanya sampai besok. Hanya keberanian yang aku miliki. Keberanian untuk menghadapi kenyataan bahwa aku menyukaimu dengan segala konsekuensinya. -Gabriel Novel ini tidak untuk menyinggung siapapun! Semua b...
![UNTIL TOMORROW [END]](https://img.wattpad.com/cover/218644948-64-k755837.jpg)