Happy Reading
....♡....
Setiap tahunya Prilly lewati dengan baik,atau lebih tepatnya berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja.Setelah usaha kerasnya untuk belajar,Prilly berhasil masuk ke falkutas kedokteran di Yogjakarta.
Mendapatkan ijin untuk kuliah jauh bukan hal yang mudah untuk Prilly.Bunda dan ayah sebenarnya tidak setuju karena khawatir akan terjadi apa-apa,apalagi bunda sudah melepaskan Galang di tahun sebelumnya.Jadilah yang menemani bunda di rumah hanyalah Gilang.
Tapi terkadang Gilang juga harus pergi keluar negeri,jika ada meeting-meeting penting.Itu sering membuat bunda sedih,karena harus berjauhan dengan anak-anaknya.
Tapi semua hasil kerja kerasnya dan perjuangannya telah membuahkan hasil.Ia telah berhasil mendapat gelar sebagai Dokter Bedah.
Prilly memijat pelipisnya.Kerjaanya cukup menguras energinya.Tapi ia selalu mengerjakan tugasnya dengan senang hati.
"Liy kantin yu?"tanya Sella.
"Bentar pala gue pusing."keluh Prilly.
Sella mendengus."Ck elo sih kebiasaan kalau kerja suka gak inget waktu."cibir Sella.
"Tapi,kan banyak pasien."
"Iya!tapi lo juga harus pikiran kesehatan lo sendiri."kesal Sella.temannya ini terlalu memikirkan kesehatan orang lain,tanpa memikirkan kesehatannya sendiri.
Prilly tersenyum geli.Temannya ini selalu cerewet."Iya dehhh,yuk ke kantin gue juga laper."ajak Prilly yang di angguki Sella.
Sella itu temennya Prilly.Mereka bertemu di Yogyakarta,dan langsung berteman saat pertemuan pertama mereka.Hingga sampai sekarang mereka,apalagi mereka berkerja di tempat yang sama.
Prilly merasa nyaman berteman dengan Sella.Apalagi sifat Sella sama seperti sifat sahabatnya Bella.Dan yang menurutnya lucu adalah,nama mereka berdua hampir sama
Ngomong-ngomong tentang Bella.Sekarang cewe itu sudah menjadi digsaener terkenal.Karena hasil baju-baju yang ia rancang,membuat semua orang tertarik.
Jadi mereka berdua jarang sekali bertemu,karena kesibukannya masing-masing.Tapi,mereka berdua selalu meluangkan waktu untuk bertemu,walau hanya sekedar bercerita tentang hari-hari mereka.
"Gue boleh gabung kan?"tanya seorang pria yang memakai jas dokter di tubuhnya.
"Tinggal duduk apa susahnya."Jawab Prilly.
Rey terkekeh."Galak amat lo."
Prilly mengangkat bahunya.Sedangkan Seella menahan dirinya agar tidak terlihat gugup di depan atasannya.
Ya Rey atasan mereka.Ia dokter yang sering membingbing mereka sewaktu kuliah.Karena mereka berada pada Falkutas yang sama.
"Haii kak."sapa Sella gugup.
Prilly tersenyum geli melihat kegugupan Sella.Ia tahu temannya ini menyukai Rey sejak pertama pertemuan mereka.
Rey tersenyum manjs."Eh hai Sell."

KAMU SEDANG MEMBACA
Boy (Completed)
JugendliteraturSedang di REVISI!!! BOY WILIAM selalu menutupi kerapuhannya,dengan sikap dingin nya. Dalam hidupnya tidak ada yang berkesan selain menatap Bintang di tengah malam. Sampai ada seorang gadis yang mampu membuatnya tersenyum kembali.Setelah bertahun-tah...