Part52 Meet Again

289 9 0
                                    

Happy Reading

....♡....

Malam ini suasana makan malam terasa lebih hangat,karena semua keluarga berkumpul bersama,setelah sekian lama mereka jarang sekali,untuk berkumpul seperti ini.

Jadi moment ini.Moment yang selalu di nantikan bunda.Ia tahu anak-anak nya sudah dewasa,dan sudah memilki kesibukannya sendiri.Tapi,ia selalu merasa sedih karena kesepian.

"Gimana pekerjaanmu?"tanya ayah.

"Baik yah,tapi akhir-akhir ini Galang bakal jarang pulang,karena kerjaan di sana cukup menyibukkan."Jelas galang.

Bunda memandang sedih putranya."Jadi Bunda bakal jarang ketemu kamu dong."

Galang tersenyum,ia mengenggam tangan bunda."Bunda tenang aja,Galang bakal usahain untuk sering pulang.Lagian di sini ada Gilang sama Ily kan?"

Bunda mengangguk."Iya,tapi mereka juga sibuk sama pekerjaanya."jawab bunda lesu.

Gilang,Galang dan Prilly memeluk bunda erat."Kami sayang bunda."kata mereka.

Sebenarnya mereka bertiga tidak tega melihat bunda sedih.Tapi,mereka juga punya kesibukan masing-masing.

"Kamu tidak boleh cengeng,mereka sudah punya kesibukan sendiri."Kata ayah.

Bundan memandang kesal suaminya."Aku tidak cengeng."bantahnya.

Semua yang ada di sana tersenyum geli melihat tingkah bunda."udah bunda jangan sedih lagi."kata Gilang.

Bunda mengangguk."Iya bunda ngak sedih,kan sekarang bunda bisa deket kalian."kata bunda,lalu memeluk ketiga anaknya.

Ayah tersenyum melihat istri dan anaknya yang saling menyangi.Ia bahagia mempunyai keluarga untuh,dan saling menyangi satu sama lain.

"Oh iya,nda ini ada undangan dari Belanda buat bunda."kata Gilang.

Tiba-tiba Prilly bangkit dari duduknya."Ily ke kamar dulu."pamitnya.

Bunda mengerit."Adik kamu kenapa?"

Gilang mengangkat bahunya."Engga tau."

"Emang itu undangan dari siapa?"tanya Galang.

"Dari Boy."jawab Gilang.

Prilly berdiri di balkon kamarnya.Prilly memejamkan mata,membiarkan angin malam mengusap wajahnya.

"Kenapa disini?"tanya Gilang.

Prilly menoleh,dia tersenyum tipis dan mengelengkan kepala."Lagi cari angin bang.Abang?"

"Abang takut kamu kenapa-kenapa,tiba-tiba pergi gitu aja."jawab Galang.

Mereka sama-sama diam,menikmati cahaya bulan yang malam ini di buat sempurna.Sinarnya lembut,sangat indah untuk dilihat,Prilly tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Gilang.

"Kamu bisa cerita apapun."kata Gilang.

Prilly tersenyum kecil."Rey ngelamar Ily."

Flasback On

Saat Prilly ingin pulang,tiba-tiba Rey memanggilnya."Liy tunggu."

Prilly menoleh."Iya ada apa kak?"

Boy (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang