Ds;03

344 32 6
                                        

LavenderWriters Project III Present

Different Star © Group 2

Part 03 — Created by Imah224

▪︎▪︎▪︎

Jam 10.00 WIB

Para siswa tengah belajar di kelas. Mereka memperhatikan penjelasan Pak Harto dengan konsentrasi penuh. Matematika, pelajaran yang kebanyakan dibenci siswa. Apalagi dengan sikap tegas Pak Harto yang bisa bikin siswa terdiam. Tak berani berkutik sama sekali saat beliau sedang menjelaskan.

Sifat Pak Harto tak jauh beda dengan Bu Denok, guru BK. Killer. Meski kalau dibandingkan masih galak Bu Denok. Mereka suami istri. Meski punya kesamaan sifat, mereka punya fisik yang berbeda. Kalau Bu Denok agak melebar, lain halnya dengan Pak Harto yang kurus kerempeng. Pasangan yang serasi memang.

Diantara para siswa itu ternyata ada yang tengah tertidur pulas di kursi belakang.

"Bara, Bara! Bangun!" bisik cewek di samping Bara, sambil menyikut lengan laki-laki itu. Namun Bara tak juga bangun.

"Kenapa sih, La? Ntar ketahuan Pak Harto bisa dimarahin lo bisik-bisik gitu," ujar seseorang yang duduk di bangku depan Bara.

Yakni Keano, yang kini tengah menoleh kepada Starla.

"Ini si Bara, susah banget dibangunin. Bakalan apes lagi nih anak," jawab Starla.

"Biarin aja lah. Bisa bangun sendiri dianya. Segitunya banget lo sama Bara," ucap Keano setengah mengejek Starla.

"Bilang aja lo iri kan? Bara ada yang merhatiin, sedangkan lo gak ada. Kasian deh, makanya cari pacar. Betah banget jadi jomblo."

"Bukannya gitu, La. Maklumlah gue ini terlalu ganteng, makanya jadi bingung milih cewek yang cocok buat dijadiin pacar." Keano mulai mengeluarkan kesombongannya. Kadang Keano memang terlalu percaya diri.

"Gak usah kepedean gitu. Basi tau gak. Bosen gue dengernya," balas Starla.

"Ya udah, perduli apa gue soal pendapat lo? Tuh, bangunin lagi pacar tersayang lo itu." Keano membalikkan badannya, kembali mengarah ke papan tulis.

Starla kembali melakukan hal yang sama. "Bara, bangun dong. Astaga! Pak Harto mau ngasih tugas tuh. Cepetan bangun, Bar!"

Bara terbangun. Ia menoleh pada cewek di sampingnya. "Ya ampun, ada bintang di siang hari ternyata," ucap Bara yang malah menggombal sembari tersenyum menatap Starla.

"Ih, Bara. Gak usah bercanda. Ntar ketahuan Pak Harto kamu bakalan disuruh ngebersihin toilet lagi."

"Iya, bintang hatiku. Ini aku udah bangun kan."

"Bara!!!" seseorang berteriak keras memanggil nama Bara.

Semua siswa menoleh ke arahnya. Ya, itulah Pak Harto. Wajahnya mulai berubah.

"Iya, Pak. Kenapa?" sahut Bara santai.

"Kenapa? Kamu masih bertanya kenapa? Kamu ketiduran lagi kan?" suara Pak Harto mulai meninggi.

02;Different star✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang