DS;09

146 15 3
                                        

LavenderWriters Project III Present

Different Star © Group 2

Part 09 — Created by pena_samudra

▪︎▪︎▪︎


Lima belas menit yang lalu, bel pulang SMA Mandala sudah berbunyi. Keadaan sekolah pun juga sudah lumayan sepi dari para murid. Mungkin jika masih ada, itu hanyalah mereka yang memiliki jadwal ekstrakurikuler.


Namun lain halnya dengan tiga remaja yang saat ini masih berdiri di depan kelas 12 IPA-3. Ketiga remaja itu adalah Bara, Starla, dan juga Keano. Ketiganya, eh ralat! Lebih tepatnya Keano dan Starla, yang masih sibuk mendebatkan perihal tempat kerja kelompok.

Memang, tadi kelas mereka mendapat tugas kelompok dari Pak Harto si guru Matematika, dan mereka tergabung dalam kelompok yang sama.

"Jadi di mana nih, kerja kelompoknya?" tanya Keano kepada Bara dan Starla.

"Di rumah lo aja lah, No!" sahut Starla.

"Duh, jangan! Di rumah ada Adik gua yang masih kecil, rusuh ntar jadinya," tolak Keano.

Starla berdecak pelan. "Terus di mana?"

"Rumah lo aja, La. Kan rumah lo gede tuh, adem lagi. Nah, pas tuh!" Keano berbalik menunjuk rumah Starla.

"Jangan, lo tau kan bokap nyokap gua kayak apa? Daripada kesel sendiri, jadi lebih baik jangan. Oke?" Sama halnya dengan Keano, Starla juga menolak untuk ditempati rumahnya.

Alasannya utamanya sih, kedua orang tua Starla. Yang ada, jika mereka benar-benar kerja kelompok di rumahnya, malah isinya kesel doang. Karena orang tua Starla kalau sudah berbicara, sadisnya minta ampun. Terutama pada Bara.

"Ya terus di mana? Rumah gua gak mungkin, rumah lo juga. Lalu mau kemana kita?" greget Keano.

Bara yang sedari tadi hanya menonton perdebatan tak guna mereka pun menghela napasnya jengah.

"Rumah gua aja," putus Bara pada akhirnya.

Keano dan Starla bersamaan menoleh ke arah laki-laki itu.

"Kenapa lo baru bilang? Coba dari tadi nyahut gitu," omel Keano tidak tau diri.

"Ngaca! Yang dari tadi nyerocos mulu siapa? Kalian berdua ngobrol seolah gua gak ada," tukas Bara sadis.

"Ya maap, cewek lo tuh ngoceh mulu. Kan kasian kalo gak gua ladenin," ucap Keano yang malah melemparkan kesalahan kepada Starla.

Oh, jelas saja Starla langsung naik darah. Di pukul lah lengan Keano kuat-kuat. Membuat laki-laki itu mengaduh kesakitan.

"Lemes banget ya, mulut lo! Enak aja nyalahin gua! Rasain nih!" protes Starla sambil terus memukul Keano.

"Aw! Sakit, La! Udah dong, woi!" Keano terus berteriak sambil menghindari Starla.

"Bodo amat! Kesel gua sama lo!"

Keano yang tidak tau harus menghindari gadis itu bagaimana lagi pun, akhirnya memilih bersembunyi di balik punggung Bara. Dan nyatanya, itu berhasil membuat Starla berhenti memukulinya.

02;Different star✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang