LavenderWriters Project III Present
Different Star © Group 2
Part 45 — Created by pena_samudra
▪︎▪︎▪
"Bara pamit pulang dulu, Om," ucap Bara sembari menyalimi tangan Harun.
"Iya, hati-hati. Jangan lupa minggu depan. Kalo bisa, kamu lebih matengin lagi perihal berkas-berkas tadi. Karena Om sangat berharap, kamu bisa memenangkan tender mu untuk yang pertama kalinya," ujar Harun.
"Insyaallah, Bara akan berusaha semaksimal mungkin, Om."
Harun tersenyum sambil menepuk pelan pundak kiri Bara. "Om yakin, kamu pasti bisa!" ucapnya penuh keyakinan.
"Makasih, Om. Kalau gitu, Bara permisi. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Bara kini telah sepenuhnya pergi, meninggalkan Harun seorang diri di dalam ruang kerjanya. Harun tersenyum menatap ke arah pintu ruangannya yang masih terbuka lebar. 'Gue yakin, anak lo bakal jadi laki-laki tangguh, Bi. Kayak lo,' ucap Harun dalam hatinya.
***
Starla termenung, menatap ke arah luar jendela mobil. Tatapannya kosong, namun pikirannya penuh akan segala pertanyaan perihal sikap Bara yang akhir-akhir ini berubah menjadi dingin. Entah apa masalah yang sedang menimpa kekasihnya itu, sampai-sampai dia tega mendiami dirinya seperti ini.
Haikal yang menyaksikan Starla melamun pun menghela napasnya, lalu memutuskan untuk menepikan mobilnya terlebih dahulu.
"La," panggil Haikal pada Starla.
Hening.
Tak ada sahutan sama sekali dari gadis itu. Haikal yakin, jika gadis itu sedang memikirkan sesuatu yang berat. Sampai-sampai, panggilannya saja tidak dihiraukan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika sahabatnya itu juga tidak menyadari bahwa mobilnya telah berhenti.
Terbukti dari dia yang tak bereaksi sama sekali.
"La!" panggil Haikal kembali dengan nada agak menyentak.
Dan hal tersebut, sukses membuyarkan lamunan Starla.
"Ha? Kenapa, Kal?" tanya Starla seperti orang kebingungan.
Namun kali ini, giliran Haikal yang diam. Ia hanya menatap Starla datar. Sementara yang ditatap, matanya sibuk melirik kesana kemari.
"Loh, kok berhenti disini sih, Kal? Ngapain? Udah sore tau," tanya Starla lagi, ketika menyadari bahwa mobilnya berhenti.
Haikal tetap diam, membuat Starla semakin kebingungan.
"Kok lo malah diem aja sih, Kal? Kenapa?"
"Kenapa? Lo yang kenapa?! Dari pulang sekolah, diem terus. Diajakin makan, cuma dilihatin doang, sekarang, lo malah ngelamun gak jelas. Harusnya yang nanya kenapa itu, gue," sahut Haikal yang kelewat kesal.
"Kok lo marah-marah sama gue, sih?" Starla cemberut menatap Haikal, membuat laki-laki itu mengusap wajahnya gusar.
"Gue gak marah, sama lo. Gue cuma kesel aja gitu, ngeliat lo udah kayak mayat hidup. Diem mulu, kek orang gak punya tujuan hidup," ungkap Haikal.
"Maaf." Itu lah kata terakhir yang menjadi pilihan Starla, agar Haikal tidak terus menerus mengomelinya.
"Maaf-maaf! Maaf lo itu, gak cukup! Sekarang yang harus lo lakuin, adalah cerita ke gue, apa masalah lo. Cepetan!" paksa Haikal.
KAMU SEDANG MEMBACA
02;Different star✔
Novela Juvenil#LavenderWriters Project Season 3 ;Ketua: @imah224 ;Asisten: @pena_samudra | B i n t a n g y a n g B e r b e d a | Ini kisah cinta Starla dan Bara, dua anak manusia yang latar belakang kehidupannya sangat bertolak belakang. Jika Starla hidup dengan...
