DS;53

105 9 0
                                        

LavenderWriters Project III Present

Different Star © Group 2

Part 53 — Created by pena_samudra

▪︎▪︎▪

Sesaat setelah Bara turun dari motornya, tiba-tiba suara teriakan seseorang yang memanggil namanya, memekakkan telinganya. Bara menoleh ke arah sumber suara. Ternyata, orang itu tak lain lain adalah Keano.

"Kenapa?" tanya Bara singkat.

"Gila, lo masih tanya kenapa? Eh, satu sekolah lagi bahas lo sama keluarga Starla." Keano menggelengkan kepalanya tidak percaya, "gua gak nyangka, anjir! Itu beneran? Bokap lo dibunuh sama orang tuanya Starla?" lanjutnya.

"Seperti yang lo lihat, dan dengar di berita." Jawaban Bara barusan, cukup membuat Keano meneguk ludahnya sendiri susah payah.

"Tapi gua masih gak nyangka, gitu loh. Orang tuanya kek gitu, tapi anaknya beda banget."

Perkataan Keano, sontak membuat Bara teringat pada gadis itu. Bagaimana keadaannya? Apakah dia baik-baik saja sekarang?

Oh—ayolah, Bara! Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Apa akan ada yang baik-baik saja, saat kedua orang tuanya tiba-tiba saja ditangkap oleh polisi, karena kasus pembunuhan. Apalagi, kasus tersebut adalah kasus yang sudah cukup lama, dan hampir tidak terendus oleh siapapun.

Pasti gadis itu begitu terpukul dengan fakta yang begitu mengejutkan ini. Tapi apa boleh buat, Bara juga sudah berjanji kepada keluarganya, jika dia akan memberikan balasan yang setimpal kepada pelaku pembunuhan tersebut. Meskipun di lubuk hatinya yang paling dalam, ia benar-benar ingin menemui gadis itu, dan memeluknya begitu erat.

Tapi itu tidak akan mungkin. Dia tidak akan mau lagi menerima Bara, yang notabenenya sebagai pelapor. Tidak—tidak akan mungkin.

"Bar!" panggil Keano.

Namun, Bara hanya diam.

"Woi, Bar!" Keano berteriak tepat di telinga Bara, membuat laki-laki itu berjingkat kaget.

"Anjing!" umpat Bara.

"Ih, Bara kasar, deh!" ucap Keano dengan suara manjanya.

"Jijik, goblok!"

"Ya lo sendiri, dipanggil kaga nyahut-nyahut. Mikir apa sih, lo?"

"Gak," elak Bara yang kemudian melenggang pergi begitu saja, meninggalkan Keano.

"Dasar, Bara api gak tau sopan santun. Main nyelonong aja!" dumel Keano seorang diri.

Tak lama, ia pun menyusul kepergian Bara ke kelasnya.

Sementara Bara yang sudah berjalan terlebih dahulu, tadi. Langsung di kerumuni oleh para murid, saat laki-laki berwajah datar itu sampai di depan mading sekolah. Karena memang, para murid tengah berkumpul di mading, entah apa yang mereka lihat.

"Bara, itu beneran? Bokap lo dibunuh?"

"Iya, terus yang bunuh orang tuanya Starla, itu juga beneran?"

"Dengar-dengar juga, bokap lo itu saingan bisnis orang tuanya Starla, ya? Makanya dibunuh."

"Berarti, aslinya lo anak orang kaya, dong!"

Deretan pertanyaan itu, menghujani Bara. Rupanya benar apa yang dikatakan Keano tadi. Hari ini sekolah memang sedang heboh, karena masalah keluarganya dan keluarga Starla.

02;Different star✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang