LavenderWriters Project III Present
Different Star © Group 2
Part 55 — Created by pena_samudra Imah224
▪︎▪︎▪
09:00 WIB
Keadaan UKS sekarang tengah sepi dari penjaga, hanya ada seorang siswi yang tengah terbaring di atas brankar. Siswi itu tak lain adalah Starla. Sejak bel masuk berbunyi, gadis itu sendirian di dalam sana.
Karena Sadena dan Keano kembali ke kelasnya masing-masing. Mereka juga jengkel dengan sikap Bara yang terkesan acuh pada Starla. Tadinya, ada satu orang yang menjaganya. Tapi sekarang, entah kemana perginya orang itu.
Mula-mula, suasana ruang kesehatan itu masih sunyi. Sampai pada akhirnya ada bunyi pintu yang dibuka, lalu ditutup kembali oleh seseorang. Bunyi langkah kaki juga terdengar, menghampiri tempat Starla terbaring.
Orang yang tak lain adalah Bara, menatap Starla dengan tatapan penuh rindu. Rasa bersalah karena telah bersikap acuh pada Starla, mendadak menghampiri Bara, ketika mendengar napas yang terdengar gusar dari gadis itu. Bara menghela napasnya pelan.
"Maaf," ucapnya pelan, agar tidak membangunkan Starla.
Mata Bara memanas, namun Bara langsung mendongakkan kepalanya ke atas, untuk menahan air matanya agar tidak menetes.
'Bener kata Sadena, lo emang brengsek, Bar!' maki Bara pada dirinya sendiri, dalam hati.
Bara mendekatkan wajahnya ke wajah Starla. Diciumnya kening Starla lama, ia salurkan kerinduan yang selama ini membelenggu bersama pilu. Dan tanpa disadari Bara, Starla meneteskan air matanya dalam diam.
Ya, benar. Gadis itu sebenarnya sudah tersadar sebelum Bara datang kesini. Saat pintu UKS dibuka tadi, Starla juga mendengarnya. Ia pun juga hendak membuka matanya.
Tapi, ketika mendengar kata 'maaf' tadi, Starla memutuskan untuk tetap memejamkan matanya, karena ia tau itu adalah suara Bara.
Bara menjauhkan wajahnya dari Starla, lalu mengusap lembut puncak kepala gadis itu, persis seperti yang biasa ia lakukan dulu.
"Cepet sembuh. Jangan sakit lagi," ucap Bara, yang lalu berbalik hendak keluar dari UKS.
Namun, tiba-tiba sebuah tangan mungil mencekal pergelangan tangannya, membuat langkah Bara terhenti.
"Bara," panggil Starla dengan suara paraunya.
Sebisa mungkin Bara menahan tubuhnya agar tidak berbalik.
"Bar, aku kangen sama kamu. Aku kangen perhatian yang dulu selalu kamu kasih ke aku. Aku kangen rambut aku diacak-acak sama kamu. Aku kangen, Bar," lanjut Starla diiringi dengan isakan kecil.
'Aku juga, La.'
Ingin sekali rasanya, Bara mengucapkan kalimat tersebut pada Starla, tapi lagi-lagi ia tidak bisa melakukannya. Yang bisa, malah sebaliknya.
"Lepas!" titah Bara.
Namun, kali ini Starla akan bersikap egois. Ia tidak akan melepaskan, dan membiarkan Bara kembali pergi meninggalkannya. Ia sudah tidak tahan dengan semua ini.
"Gak! Kali ini biarin aku bersikap egois, Bar. Aku mau kamu tetep disini," kekeh Starla.
"Jangan bikin gue marah."
KAMU SEDANG MEMBACA
02;Different star✔
Fiksi Remaja#LavenderWriters Project Season 3 ;Ketua: @imah224 ;Asisten: @pena_samudra | B i n t a n g y a n g B e r b e d a | Ini kisah cinta Starla dan Bara, dua anak manusia yang latar belakang kehidupannya sangat bertolak belakang. Jika Starla hidup dengan...
