DS; 36

88 13 0
                                        

LavenderWriters Project III Present

Different Star © Group 2

Part 36 - Created by pena_samudra

▪︎▪︎▪

Sekarang Bara sedang berada di rumah sakit, tempat Hani dirawat. Ya, tadi siang Bara mendapat kabar jika Mamanya tertabrak motor dari tetangganya. Dan akhirnya, Bara izin kepada pihak sekolah untuk pulang terlebih dahulu.

Saat Bara sampai di rumah sakit tadi siang, ia bersyukur karena Mamanya hanya mengalami cidera ringan di kakinya. Setidaknya itu lebih baik daripada harus sampai membutuhkan segala macam donor-donoran. Seperti di sinetron-sinetron itu.

Dan saat ini, Bara tengah duduk di rooftop rumah sakit ini. Kebetulan, Mamanya juga sedang beristirahat. Jadi Bara bisa menghirup udara segar.

Bara menikmati suasana sore hari yang tenang. Bersama sang senja yang tampak mulai menghilang. Angin sepoi-sepoi menerpa rambut Bara yang sedikit panjang.

Bara mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku jaketnya. Mencoba mengecek apakah ada notif pesan dan semacamnya. Karena sejak tadi siang juga, Bara menonaktifkan ponselnya.

Layar ponsel Bara telah menyala. Seketika Bara menyalakan datanya, saat itu juga, notifikasi-notifikasi dari aplikasi yang Bara punya masuk secara bergantian. Dan yang paling dominan adalah dari kekasihnya, Starla.

Ada terhitung lima panggilan tidak terjawab dari Starla, dan lebih dari sepuluh chat yang dikirimkan oleh gadis itu. Bara terkekeh dalam hatinya, pasti gadis itu kelimpungan mencari dirinya. Apalagi dari pagi, bahkan semalam, Bara mendiami gadisnya itu.

Bukan maksud Bara tidak perduli lagi pada Starla, tapi Bara ingin menenangkan pikirannya terlebih dahulu. Ia tak mau, karena termakan emosi, Starla juga harus tersakiti oleh dirinya. Sekarang, Bara mencoba membuka chat yang dikirimkan oleh Starla.

💬 Starla♥️
Bara
Kamu dimana?
Bar, angkat telepon aku dong
Bara
Kok gak dibalas sih
P
P
P
P
P
Bar, aku mau ngomong sama kamu
Aku mau jelasin tentang semalam
Bara plissssss
Bara

Dan masih banyak lagi. Itu masih sebagian. Gadis itu pasti panik, karena dirinya yang tiba-tiba menghilang.

Bara membiarkan pesan itu sejenak. Ia kembali teringat kejadian semalam, dimana dia bertemu Starla yang tengah menikmati es krim bersama sahabatnya, Haikal. Setelah pertemuan itu juga, Bara tidak bisa tidur dengan tenang semalaman.

Itu semua semata-mata bukan hanya karena kejadian tersebut, atau pun karena Starla yang tidak mengabarinya jika gadis itu akan pergi bersama Haikal. Yang membuat Bara gelisah adalah, kejadian dimana dia pergi meninggalkan Starla. Padahal gadis itu sepertinya ingin menjelaskan sesuatu.

Di satu sisi, mungkin Bara merasa cemburu. Tapi disisi lain, rasa bersalah karena telah meninggalkan Starla malah jauh lebih besar. Apakah sebegitu berpengaruhnya Starla terhadap kehidupannya?

Entahlah. Intinya, Bara sangat menyayangi gadis pujaan hatinya itu.

Bara kembali mengambil ponselnya yang sebelumnya ia geletakkan di sampingnya. Rupanya, sudah ada notif dari Starla yang masuk lagi.

💬 Starla♥️
Cuma diread?
Bar, kamu beneran marah ya sama aku?
Bara jawab dong:(

Bara tersenyum kecil membaca pesan dari kekasihnya. Bara yakin, sekarang ekspresi gadis itu pasti sangat menggemaskan. Bara jadi rindu ingin menemuinya.

02;Different star✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang