DS; 19

96 12 0
                                        

LavenderWriters Project III Present

Different Star © Group 2

Part 18 — Created by Imah224

▪︎▪︎▪

Di kediaman keluarga Jovinka Daniel, alias rumah Starla, sebuah teriakan memanggil nama asisten rumah tangga, melengking di seluruh sudut ruangan.

"Ada apa Nyonya memanggil saya?" tanya wanita setengah baya yang tak lain adalah Bi Sari, kepada Thea sang majikan.

"Saya perlu bantuan, Bibi."

"Bantuan seperti apa Nyonya?" tanya Bi Sari lagi.

"Mulai hari ini jangan biarkan Starla pergi dari rumah kecuali untuk sekolah. Setelah ia sampai di rumah. Jangan sampai ia keluar lagi."

"Tapi, Nyonya—"

"Kenapa, Bi? Saya tau selama ini Bibi selalu mendukung Starla. Tapi Bibi juga harus tau bahwa saya tidak pernah mengizinkan Starla berhubungan dengan Bara," potong Thea.

"Tapi Non Starla pasti akan memberontak, Nyonya.

"Saya sudah memikirkan resikonya. Starla pasti akan melawan. Tapi saya tidak mau anak saya pacaran dengan orang yang tidak setingkat dengannya."

Bi Sari terdiam, sulit baginya untuk menjawab. Ia sangat menyayangi Starla. Kebahagiaan Starla nomor satu baginya. Ia sudah menganggap Starla seperti anaknya sendiri.

"Bagaimana, Bi? Bisa, kan? Tugas Bibi hanya melarang Starla keluar rumah. Kalau dia mau keluar suruh izin langsung sama saya."

"Iya, Nyonya. Saya akan lakukan." Bi Sari mengiyakan perintah sang majikan.

"Bagus. Itu artinya kamu masih mau bekerja disini. Berani kamu melawan saya, jangan harap kamu bisa tinggal di rumah ini lagi," ancam Thea pada asisten rumah tangganya itu.

"Baik, Nyonya. Saya mengerti."

"Silahkan kamu kembali bekerja."

"Permisi, Nyonya."

Bi Sari meninggalkan ruang kerja majikannya itu. Sebenarnya ia ragu melakukan perintah itu. Tapi apa boleh buat, dia hanyala seorang pembantu disini.

***

Starla tengah asyik menonton TV saat Mamanya datang.

Ia bangkit dari tempat duduknya. Menghampiri mamanya dan mencium tangan sang Mama.

Tanpa berucap sepatah kata pun ia kembali ke posisinya semula.

"Starla, Mama mau bicara sama kamu." Thea duduk di samping Starla.

"Mau ngomong apa, Ma? Kalau tentang Bara lagi, aku gak mau denger," ucap Starla tanpa menoleh kearah Mamanya.

"Bukan itu, sayang."

"Terus apa?"

Thea mengelus rambut Starla, "kamu kan udah mau ujian, bentar lagi kamu akan lulus. Mama mau kamu yang rajin lagi belajarnya. Jadi kamu kurangin ya aktifitas di luar rumah yang gak terlalu penting. Setelah pulang sekolah kamu dirumah aja, jangan kemana-mana," jelas Thea pada sang anak. Tangannya yang tadi mengelus rambut Starla, sekarang menggenggam tangan sang anak.

"Bilang aja Mama melarang Starla buat ketemu sama Bara."

"Gak gitu, kamu kan masih bisa ketemu Bara di sekolah. Mulai besok Mang Tatang yang akan antar jemput kamu. Dia yang akan memastikan kamu berangkat dan pulang tepat waktu."

02;Different star✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang