LavenderWriters Project III Present
Different Star © Group 2
Part 43 — Created by alifiyani
▪︎▪︎▪
Bara sedang berada di dalam kamarnya, dia masih fokus kepada laptop yang dia kerjakan sekarang. Tapi pikirannya bukan mengarah ke laptop, melainkan masalah yang harus dia selesaikan. Bara ingin orang itu dihukum dan merasakan hal yang sama seperti dirinya. Hidup tanpa kemewahan misalnya.
"Gue pengen dia dihukum. Tapi gue masih belum punya bukti," gumam Bara yang sudah mulai bingung harus berbuat apa.
Kematian Abi memang sudah lama, tapi Bara tidak bisa lupa dengan apa yang terjadi. Seharusnya Papanya tidak dibunuh, jika waktu berputar kembali pasti Bara kecil tidak akan membiarkan Papanya pergi.
Lama dia memikirkan tentang almarhum Papanya. Tiba-tiba pintu terbuka dan tampak Hani yang sedang membawa makanan. Bara sampai lupa makan karena memikirkan hal itu.
"Bara, kamu belum makan dari tadi. Jadi mama bawain makanan untuk kamu," ucap Hani lalu menyodorkan makanannya. Bara hanya bisa tersenyum melihat Hani. Entah kenapa rasa kebenciannya terhadap sang pembunuh semakin menjadi-jadi mengingat Mamanya yang dulu banting tulang untuk kebutuhan sehari-hari.
Rasa kebencian itu seketika memuncak. Apa bisa dia memasukkan pembunuh itu kedalam penjara? Sedangkan orang itu sangat berarti bagi Starla.
Hani yang melihat Bara melamun seketika curiga dengannya. Akhir-akhir ini Bara berbeda dari biasanya, Bara jadi pendiam dari tadi.
"Bara, kamu kenapa?" Tanya Hani.
Bara tidak menjawab, Hani yang melihat Bara jadi menyimpulkan sesuatu bahwa Bara sekarang sedang mempunyai masalah tanpa ingin memberi tau siapapun.
"Bara," panggil Hani sekali lagi membuat Bara jadi menoleh.
"Iya, Ma? Nanti Bara makan kok," ucap Bara seperti nya dia tidak mendengar pertanyaan Hani tadi.
"Kamu punya masalah?"
"Gak kok Ma, Bara baik-baik aja," ucap Bara terpaksa dia harus berbohong.
"Kalo ada masalah cerita, pasti tentang Starla."
Bara hanya menggeleng, dia tidak bisa jujur tentang apa yang dia pikirkan kepada Mamanya.
Tanpa ingin memperpanjang. Hani memutuskan untuk keluar, mungkin Bara ingin sendiri sekarang.
Bara terdiam frustasi memikirkan masalahnya yang belum kunjung usai. Apa mungkin dia bisa? Tapi kapan? Apa buktinya? Akankah berpengaruh dengan hubungan nya dengan Starla? Pertanyaan demi pertanyaan membuat dia tidak bisa berpikir.
Sampai akhirnya sebuah pesan masuk membuat dia mengalihkan pandangan nya.
Drrttt ... Drrttt ... Drrttt ...
Dan itu dari Starla. Tanpa ingin menjawab, Bara langsung mematikan ponselnya. Entah apa perasaan Starla sekarang, mungkin menurut Starla Bara sedang marah karena kecewa. Tapi itu sama sekali tidak, Bara sama sekali tidak marah dengannya.
Bara melihat ponsel nya lagi bukan untuk membalas pesan Starla, tapi dia tertuju dengan galeri. Melihat semua foto Starla yang dia ambil secara diam-diam mengingat kenangan satu tahun yang lalu membuat dirinya tersenyum sendiri. Apa mungkin hubungan mereka akan bertahan lama? Bara tidak yakin dengan hubungannya sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
02;Different star✔
Ficção Adolescente#LavenderWriters Project Season 3 ;Ketua: @imah224 ;Asisten: @pena_samudra | B i n t a n g y a n g B e r b e d a | Ini kisah cinta Starla dan Bara, dua anak manusia yang latar belakang kehidupannya sangat bertolak belakang. Jika Starla hidup dengan...
