DS; 24

101 12 0
                                        

LavenderWriters Project III Present

Different Star © Group 2


Part 24 — Created by Imah224


▪︎▪︎▪︎

Keano termenung sendirian di pojok kelas. Si jones yang selalu bilang dirinya ganteng itu lagi galau. Gini banget ya nasibnya. Suka sama cewek, eh malah ditolak terang-terangan.

Ia hanya bisa merutuki dirinya sendiri. Keano emang gak ganteng sih. Tapi kalau dibilang jelek enggak juga. Tengah-tengah lah pokoknya.

Pikirannya melayang membayangkan jika Sadena membalas cintanya. Betapa bahagianya jika hal itu benar-benar menjadi kenyataan. Tapi melihat apa yang barusan terjadi, sepertinya itu mustahil buatnya.

Lalu apakah masih ada harapan buatnya untuk bisa bersama Sadena. Entahlah, mungkin waktu yang akan menjawabnya. Tapi melupakannya tak semudah membalikkan telapak tangan dan bertahan dengan rasa itu tak segampang menciptakan cerita dalam angan.

Keano terus saja melamun, sampai-sampai kehadiran Bara pun tak disadarinya. Bara hanya membiarkan sahabatnya itu bergelut dalam perasaan kecewa. Ia biarkan Keano berpikir.

"Bar, kira-kira mungkin gak ya gue bisa jadian sama Sadena?" tanya si jones, Keano.

"Kenapa lo? Tiba-tiba nanya kayak gitu? Kirain gue, lo gak nyadar gue ada disini," Bara malah balik bertanya.

"Salah lo. Ngapain lo cuman duduk tapi gak ngajakin gue ngomong."

"Kok jadi nyalahin gue? Lo dari tadi diem aja kayak gak nganggep gue ada. Melamun mulu." Bara mulai sewot.

"Udahlah gue gak mau debat sama lo. Gue lagi galau berat nih."

"Ya elah ... baru gitu aja udah galau," ledek Bara.

"Lo gak jawab pertanyaan gue malah ngeledek gitu."

"Iya-iya, maaf. Apa tadi pertanyaan lo?" Bara hanya bisa tertawa melihat sahabatnya itu.

"Mungkin gak gue bisa jadian sama Sadena?" Keano mengulang pertanyaannya lagi.

"Mungkin aja," jawab Bara singkat.

"Alasannya?"

"Jodoh kan udah ada yang nentuin. Ya ... kita gak tau kan jodoh lo itu siapa. Mungkin aja Sadena."

"Kalau bukan gimana?"

"Lo pesimis amat sih. Kalau gitu terus sampai kapan pun lo bakalan terus jadi jomblo. Gak bosen apa sendiri terus?"

"Gak usah ditanya, Bar. Bosen banget gue. Capek gue nonton lo sama Starla sayang-sayangan depan gue. Tiap hari pamer kemesraan," keluh Keano.

"Makanya lo usaha buat dia cinta sama lo."

"Perasaan gue udah usaha deh."

"Masih kurang, No. Cinta itu butuh perjuangan. Bukan kayak lo, baru digituin aja udah nyerah."

"Pinter banget lo nasehatin gue."

"Kalau gak mau dinasehatin sama gue, ya udah. Gue diam."

"Ngambek sama gue lo?" Keano melirik ke arah Bara.

Bara balas menatap.

"Gue bingung ya, kok bisa lo jadian sama Starla."

"Kok lo jadi bahas Starla?" tanya Bara bingung karena Keano tiba-tiba saja mengalihkan pembicaraan.

02;Different star✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang