LavenderWriters Project III Present
Different Star © Group 2
Part 32 — Created by starlast_
▪︎▪︎▪
Keeseokan harinya.
Bara berjalan kearah gerbang dengan santai, satu tanganya masuk kedalam saku celananya yang membuatnya terlihat cool.
"Woy, Bara!" panggil seseorang dari belakang Bara, membuat cowok itu menoleh.
"Tumben lo dateng pagi No," ucap Bara.
Tebakkannya benar, jika yang memanggilnya itu pastilah Keano. Ya siapa lagi jika bukan anak itu.
"Yeu gue mah always pagi, lo tuh yang suka kesiangan," ucap Keano sambil berjalan disamping Bara.
"Hehe mendadak amnesia gue tuh." Bara terkekeh kearah Keano.
"Bar! Tungguin aku!" Kini suara cempreng yang menghentikan langkah Bara, dia yakini jika orang itu adalah Starla.
Keano dan Bara pun menghentikkan langkahnya dan langsung membalikkan badanya menatap orang yang memanggilnya.
"Huh! Sampe," kata Starla sambil memegang dadanya karena napasnya yang ngos-ngosan.
"Rambut kamu berantakkan banget sih La." Tangan Bara terulur kearah kepala Starla dan merapikkan rambut gadis itu.
"Ceilah, masih pagi udah pacaran aja lo," cibir Keano dengan wajah tidak suka.
Starla yang mendengar itu langsung memelototkan matanya kesal.
"Iri bilang dong, kasian deh hidup lo gak pernah dibelai sama Sadena," ucap Starla tak kalah pedas.
"Hilih manusia kayak gue mah anti iri-irian," balas Keano sambil melangkahkan kakinya pergi meninghalkan Starla dan Bara berdua.
"Hih!" Starla mengangkat tanganya kesal.
"Berangkat sama siapa? Kok aku gak lihat kamj dianter supir kamu?" tanya Bara langsung membuat Starla menoleh.
"Haikal," jawabnya.
Kening Bara mengerut. "Haikal?" tanyanya sekali lagi.
"Iya, yang kemaren ... sahabat aku itu loh," jawab Starla dengan wajah riang. Tanpa dia ketahui sebenarnya hati Bara seketika memanas saat mendengar nama 'Haikal'.
"Dia udah lama sahabatan sama kamu?" tanya Bara lagi.
Starla mengangguk. "Udah dari orok."
"Kamu tahu gak? Dia itu murid terpintar disekolahnya tau. Padahal nih ya, semua lawanya itu pada susah-susah banget. Gila sih, aku bangga banget punya sahabat kayak dia," ucap Starla tiba-tiba bercerita.
Raut wajah Bara seketika berubah menjadi datar, tanpa sepatah kata pun, Bara lalu berjalan duluan meninggalkan Starla yang masih mau mengoceh.
"Kenapa? Kok ninggalin sih!" protes Starla berusaha mensejarkan langkahnya dengan Bara.
"Enggak," jawab Bara singkat tanpa menoleh kearah Starla.
"Ish Bara, jangan cepet-cepet jalanya!"
"Ya gak usah ngikutin," ucap Bara singkat lagi.
Tanpa aba-aba, tangan Starla pun meraih tangan Bara agar membuat cowok itu berhenti.
"Kamu marah?" tanya Starla sambil menatap kearah Bara.
KAMU SEDANG MEMBACA
02;Different star✔
Teen Fiction#LavenderWriters Project Season 3 ;Ketua: @imah224 ;Asisten: @pena_samudra | B i n t a n g y a n g B e r b e d a | Ini kisah cinta Starla dan Bara, dua anak manusia yang latar belakang kehidupannya sangat bertolak belakang. Jika Starla hidup dengan...
