DS;06

189 22 0
                                        

LavenderWriters Project III Present

Different Star © Group 2

Part 06 — Created by starlast_

▪︎▪︎▪︎

Pagi sudah menampakkan cahayanya, tak terasa waktu begitu cepat sekali. Karena semalaman Bara bekerja dia sampai telat bangun. Saat ini saja Hani sudah membangunkan Bara.

Tak biasanya baru sulit sekali untuk dibangunkan, sampai-sampai Hani mengerutkan dahinya kebingungan.

"Bar, bangun! Emang kamu gak sekolah?" tanya Hani lembut kearah Anak semata wayangnya itu.

"Eum,"  Bara hanya bergumam.

"Bar, nanti kamu telat loh."

Masih tak ada jawaban dari Bara, lalu tangan Hani beralih kearah kening Bara untuk mengeceknya. Takutnya Bara sakit karena semalam dia kerja lebih lembur.

Dan ternyata benar.

"Ya Allah, Nak. Badan kamu panas banget. Mending kamu gak usah sekolah dulu, deh. Biar Mama kompres kamu," ucap Hani lalu pergi dari kamar Bara untuk mengambil kompresan.

Bersamaan dengan keluarnya Hani dari kamar Bara, Nina juga baru saja keluar dari kamarnya.

"Kak Bara mana, Ma?" tanya Nina.

Bedanya dengan Bara, Nina kini sudah rapi dengan atribut sekolahnya.

"Kak Bara lagi sakit, sayang. Jadi kamu berangkatnya nebeng Lana dulu gapapa ya?" ucap Hani memberi pengertian.

"Sakit? Sakit apa, Ma? Ya udah deh, kalo gitu Nina jagain Kakak aja. Nina gak usah sekolah dulu."

Hani menggeleng mendengar ucapan Nina. "Nggak-nggak, kamu harus sekolah. Nanti kalo kamu gak masuk, kamu bisa ketinggalan pelajaran. Kak Bara malah marah loh sama Nina nanti. Nina sekolah ya? Biar Mama aja yang jagain Kak Bara. Udah sana berangkat. Ntar telat loh," tutur Hani sambil sambil mengelus kepala anaknya itu.

"Tapi Ma, Nina kan khawatir sama kak Bara."

"Nggak ada yang perlu di khawatirin, Kakak gak papa kok." Bukan! Bukan Hani yang menjawab demikian, melainkan Bara yang sedang berdiri dibelakang Hani.

Wajahnya kini pucat pasi, yang membuat Hani tambah khawatir melihat Bara seperti itu.

"Kamu kok bangun? Udah Bar, kamu istirahat aja Nak," ucap Hani memperingati.

Bara menggeleng dan terus berjalan kearah Nina, menghampiri gadis itu.

"Nina sekolah, ya? Kakak gapapa kok." Kini Bara berjongkok untuk menyetarakan tinggi badannya, dia mengelus puncak kepala adiknya itu.

"Beneran gak papa kak?" tanya Nina.

Bara lalu menggeleng, "iya, Kakak kan kuat."

Saat Nina hendak menyahuti Bara, sebuah teriakan dari liar rumah menyela.

"NINAAA! MAU SEKOLAH GAK NIH?" teriak seseorang dari luar, sepertinya Lana.

02;Different star✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang