DS;31

90 12 0
                                        

LavenderWriters Project III Present

Different Star © Group 2

Part 31 — Created by pena_samudra

▪▪▪

Motor Bara berhenti tepat di depan gerbang rumah Starla yang kebetulan tengah terbuka. Starla turun dari motor, sementara Bara tetap duduk di atas motornya. Kening Bara mengernyit ketika matanya menangkap sebuah mobil yang asing baginya, terparkir di halaman rumah Starla.

"Mobil siapa?" tanya Bara membuat Starla refleks menoleh ke belakang untuk melihat mobil yang dibicarakan Bara.

"Kayak kenal," gumam Starla pelan.

"Kenapa, La?" tanya Bara kembali saat telinganya sriwing-sriwing mendengar suara Starla.

"Hah? Enggak. Paling tamunya Mama sama Papa. Tapi kayaknya mereka berdua juga belum pulang, deh. Mobilnya aja belum ada," ucap Starla menerka-nerka.

"Mau aku temenin lihat itu siapa?" tawar Bara.

Starla diam sejenak, sampai setelahnya ia mengangguki tawaran Bara. "Boleh, deh. Yuk!"

Starla berjalan terlebih dahulu, sedangkan Bara mengikutinya dari belakang. Mata Starla memicing ketika melihat seorang laki-laki sedang berdiri di depan pintu rumahnya. Dan sepertinya laki-laki itu juga baru sampai.

Dari postur tubuhnya sih, Starla seperti kenal. Tapi apa iya, itu benar dia.

"Maaf, cari siapa ya?" tanya Starla ketika sudah berdiri tepat di belakang laki-laki tersebut.

Laki-laki itu membalikkan tubuhnya menjadi menghadap ke arah Starla, membuat Starla terkejut bukan main.

"Haikal?" beo Starla.

Kening Bara berkerut ketika mengetahui satu fakta, bahwa Starla sudah mengenal laki-laki yang bernama Haikal itu.

"Starla, how are you?" tanya Haikal sambil merentangkan kedua tangannya hendak memeluk Starla.

Dengan senang hati, Starla pun menerima pelukan tersebut. "Yah ... seperti yang lo lihat. Sehat wal afiyat," jawab Starla sambil terkekeh dalam pelukan Haikal.

"Gua kangen banget sama lo, La." Haikal tersenyum sembari mengeratkan pelukannya.

"Salah sendiri, pergi gak bilang-bilang. Habis itu ngilang, gak ada kabar. Gua kira lo udah mati," sahut Starla.

Haikal melepaskan pelukannya, lalu menjitak pelan kepala Starla.

"Mulutnya," tukas Haikal.

"Ish! Masih aja suka jitak kepala gua. Kalo gua bego gimana?" Starla mengusap bekas jitakan Haikal tadi.

Haikal tertawa kecil. "Sorry, abisnya kurang afdhol kalo gak jitak pala lo. Sakit, ya?"

"Menurut, lo?" kesal Starla.

"Mana-mana." Haikal sekarang mengusap lembut puncak kepala Starla, membuat Bara yang sedari tadi dikacangi pun lama-lama merasa panas.

02;Different star✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang