LavenderWriters Project III Present
Different Star © Group 2
Part 46 — Created by pena_samudra
︎
▪︎▪︎▪
Hari demi hari, hubungan Bara dan Starla kian merenggang. Keduanya hampir tidak pernah tampak bertegur sapa. Jangankan untuk bertegur sapa, bahkan sedikit pun Bara seolah tidak mau melirik Starla.
Contohnya saat ini, seisi koridor sibuk membicarakan Bara dan Starla yang kebetulan, baru saja melewati koridor yang sama. Namun, lagi-lagi tak ada kata yang keluar dari dua belah pihak. Sebenarnya sih, Starla sudah mau menyapa Bara.
Tapi ketika ia hendak mengeluarkan suaranya, Bara malah melengos begitu saja, membuat ia mengurungkan niatnya. Jelas saja, sikap Bara yang demikian, membuat hati Starla mencelos. Laki-laki yang biasanya selalu bersikap lembut kepadanya, kini bersikap seolah tidak mengenalnya.
Dan yang bisa Starla lakukan saat ini hanya menangis di dalam toilet. Isakan-isakan kecil, meluncur begitu saja dari mulut Starla. Sikap dingin Bara kepadanya, terus berputar di otaknya.
"Kamu kenapa sih, Bar? Apa salah aku? Apa salah aku, sampai kamu bersikap kayak gini?" racau Starla dengan air mata Starla masih setia membasahi pipinya.
Cukup lama Starla berdiam diri di dalam toilet, sampai akhirnya ada seseorang yang mengetuk pintunya dengan keras.
Tok! Tok! Tok!
"Woi, cepetan dong, gantian! Lama amat sih, lo!" teriak seseorang dari luar.
Dengan cepat, Starla menghapus jejak air matanya. "I-iya," sahut Starla.
Setelah merapikan penampilannya yang sedikit berantakan akibat terlalu lama menangis tadi. Setelah dirasa cukup rapi, Starla membuka pintu toiletnya. Dan ternyata, yang meneriakinya dari tadi adalah Hera.
Hera yang melihat mata sembab Starla, pun mengernyitkan dahinya. "Kenapa, lo? Abis nangis?" tanya Hera.
Tanpa menghiraukan pertanyaan dari Hera, Starla langsung melenggang pergi dari hadapan Hera begitu saja.
"Dih, ditanyain baik-baik juga," jengkel Hera.
"Eh, tapi tuh anak kenapa, ya? Apa jangan-jangan, rumor tentang dia yang putus sama Bara itu ... bener?" lanjutnya.
Hera yang hendak melanjutkan acara terka-menerkanya, seketika terhenti. Karena perutnya kembali merasakan mules.
"Duh, perut gue!" Hera langsung masuk ke dalam toilet untuk meneruskan niatnya datang ke tempat itu tadi.
***
Starla mengetuk pintu kelasnya yang sudah tertutup. Pasti di dalam sana sudah ada guru yang mengajar. Starla menghela napasnya berat.
Tok! Tok! Tok!
Starla mengetuk pintu kelasnya pelan. Tak lama kemudian, pintu itu terbuka dan menampilkan Pak Harto di dalam sana yang sudah siap menyerang Starla dengan sejuta omelan. Starla tersenyum kikuk.
"Assalamualaikum, Pak," salam Starla.
"Waalaikumsalam. Dari mana aja, kamu? Gak denger emangnya, bel udah bunyi dari tadi?"
Nah, kan.
"Maaf, Pak. Tadi itu ... saya kebelet. Jadi mampir ke toilet dulu. Gitu, Pak," dusta Starla.
KAMU SEDANG MEMBACA
02;Different star✔
Fiksi Remaja#LavenderWriters Project Season 3 ;Ketua: @imah224 ;Asisten: @pena_samudra | B i n t a n g y a n g B e r b e d a | Ini kisah cinta Starla dan Bara, dua anak manusia yang latar belakang kehidupannya sangat bertolak belakang. Jika Starla hidup dengan...
