DS; 48

89 12 0
                                        

LavenderWriters Project III Present

Different Star © Group 2

Part 48 — Created by pena_samudra Imah224

▪︎▪︎▪

Bara memasuki rumahnya dengan wajah sumringah. Ia langsung mencari keberadaan Hani yang tak kunjung ia temukan. Padahal Bara sudah tidak sabar menyampaikan berita bahagia yang ia bawa.

"Ma! Bara pulang! Mama dimana?" teriak Bara entah yang ke berapa kalinya.

"Di kebun belakang!" sahut Hani pada akhirnya.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Bara langsung bergegas menghampiri Hani di kebun belakang rumahnya. Memang, di jam sore hari seperti sekarang ini, Hani selalu berada di kebun untuk menyirami tanaman peliharaannya.

"Assalamualaikum, Ma," salam Bara dengan masih mempertahankan senyumannya.

"Waalaikumsalam, seneng banget anak Mama," balas Hani.

"Coba Mama tebak, kenapa Bara bisa seneng kayak gini."

Hani tersenyum sambil berlagak berpikir, padahal sebenarnya, ia sudah bisa menebaknya.

"Pasti kamu berhasil menangin tendernya. Iya, kan?" ucap Hani yang kemudian, langsung mendapatkan pelukan erat dari Bara.

"Iya, Ma. Bara seneng banget. Bara gak nyangka, kalo Bara bisa dapetin tender itu. Ini semua berkat doa Mama," ucap Bara.

Hani tersenyum dalam pelukan Bara, "alhamdulillah, selamat ya, Nak. Mama ikut bahagia dengernya."

Bara melepas pelukannya. "Makasih, Ma. Kalau bukan karena Mama yang selalu dukung dan kasih semangat ke Bara, Bar agak akan pernah bisa sampai di titik ini."

"Sama-sama, sayang. Ini udah tugas Mama untuk dukung semua niat baik anak Mama. Kamu harus jaga kepercayaan yang klien sudah berikan ke kamu. Jangan kecewakan mereka. Jadilah pengusaha yang jujur dan berbudi pekerti baik. Jaga nama baik perusahaan Papa dan Om Harun," nasihat Hani.

"Pasti, Ma. Bara janji, Bara gak akan kecewain mereka," jawab Bara dengan tegas.

Hani tersenyum menatap Bara. Ia tidak menyangka, jika putra yang dulu ia gendong-gendong, sekarang sudah beranjak dewasa secepat ini. Putranya itu, begitu terlihat gagah memakai setelan jas dan juga tuxedo, ala-ala CEO.

"Ya udah, sekarang kamu bersih-bersih, terus makan. Mama tadi masakin makanan kesukaan kamu," ujar Hani.

"Siap!" Bara memberi hormat kepada Hani, seperti dalam upacara bendera.

Hani terkekeh dibuatnya, "udah, sana!"

Bara berbalik badan, hendak pergi ke kamarnya. Namun belum sampai melangkah, ia kembali menatap ke arah Hani.

"Nina mana, Ma? Kok gak kelihatan batang hidungnya," tanya Bara.

"Oh, Nina lagi di rumah Lana. Ngerjain tugas katanya," jelas Hani.

"Ngerjain tugas, apa pacaran?" celetuk Bara, membuatnya mendapatkan sebuah hadiah tabokan dari sang Mama.

"Aduh! Sakit, Ma," ringis Bara.

"Hilih, ditabok gitu aja kesakitan. Gak malu sama badan sama perut yang katanya sixpack?"

"Mama gak tau aja, gimana rasanya kalo kena tabokan maut Mama itu. Panas tau, Ma."

02;Different star✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang