LavenderWriters Project III Present
Different Star © Group 2
Part 59 — Created by Imah224
▪︎▪︎▪
Bara termenung begitu mengetahui apa yang sudah terjadi. Begitu juga dengan Harun yang ada di sampingnya. Mereka sama sekali tak menyangka hal ini akan terjadi.
Bara dan Harun terlambat mencabut laporannya. Daniel sudah meninggal saat ia sampai di kantor polisi untuk menemui laki-laki itu.
"Pak Daniel mengakhiri hidupnya dengan cara meneguk racun yang disimpannya. Kami sama sekali tidak menemukan racun itu saat pemeriksaan. Bahkan saat di penjara pun tak ada tanda-tanda mencurigakan dari Daniel. Kami menemukannya telah terbujur kaku di dalam penjara," jelas polisi yang menangani kasus Daniel.
Perasaan Bara berkecamuk. Haruskah ia tersenyum bahagia diatas kematian Daniel. Tapi ia juga manusia yang punya hati nurani. Melihat kepergian Daniel yang begitu tragis, ia merasa prihatin.
Harun melihat Bara yang sedang bingung. Ia paham bagaimana keadaan Bara sekarang. Bara sudah mengikhlaskan papanya. Karena itu ia mau mencabut laporannya. Tapi takdir berkata lain, Daniel sudah tiada.
"Bara terlambat, Om."
"Tidak, Bara. Sudah takdirnya Daniel seperti ini. Kamu tidak perlu menyalahkan dirimu." Harun menenangkan Bara.
"Dimana Mama kamu?" tanya Harun, ia tiba-tiba saja teringat pada Hani. Selepas menitipkan Nina tadi, Hani langsung pergi tanpa memberitahu tujuannya.
"Mama ke rumah Starla, Om. Katanya ada yang mau diomongin sama Starla."
"Ya sudah, kita susul mereka ke rumah sakit."
Bara mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan singkat pada Hani.
💬 Bara
Mama di rumah sakit kan? Bara sama Om Harun mau nyusul mama ya.
💬 Mama♥️
Tidak perlu, Bara. Kamu langsung ke rumah Starla aja. Bentar lagi jenazahnya mau diantar langsung ke rumah.
"Mama bilang kita langsung ke rumah Starla aja, Om."
Harun menggangguk mengerti.
***
Di rumah mewah itu terpasang bendera kuning. Sudah ada beberapa orang di rumah itu saat Bara dan Harun sampai. Mungkin beberapa keluarga terdekat dari Starla dan rekan bisnis orang tuanya.
Orang-orang itu menatap Bara dan Harun begitu turun dari mobil. Ada satu atau dua orang yang tercengang melihat kedatangan dua orang itu.
Jenazah Daniel belum sampai. Starla dan mamanya juga tak terlihat. Sepertinya masih dalam perjalanan.
Yang justru lebih dulu sampai di tempat itu adalah wartawan. Mereka langsung mengerumuni Bara begitu ingin masuk ke dalam rumah.
"Mas, Mas Bara bagaimana tanggapannya, Mas?" tanya seorang wartawan padanya.
Bara tidak suka ini. Disorot banyak kamera. Dalam suasana duka seperti ini para wartawan itu masih saja ngotot mewawancarainya.
"Pak Harun, bagaimana pendapat Anda?" Wartawan yang lain juga mencecar Harun dengan pertanyaan.
Pertanyaan para wartawan itu terhenti begitu mobil jenazah sampai. Masing-masing kamera mereka menyorot tubuh Daniel yang tertutup kain putih.
Starla, Thea, Hani, dan yang lain turun dari mobil dibelakang mobil jenazah. Mereka naik mobil Haikal.
KAMU SEDANG MEMBACA
02;Different star✔
Teen Fiction#LavenderWriters Project Season 3 ;Ketua: @imah224 ;Asisten: @pena_samudra | B i n t a n g y a n g B e r b e d a | Ini kisah cinta Starla dan Bara, dua anak manusia yang latar belakang kehidupannya sangat bertolak belakang. Jika Starla hidup dengan...
