LavenderWriters Project III Present
Different Star © Group 2
Part 04 — Created by alifiyani
▪▪▪
Malam telah tiba. Bintang bintang dan bulan mulai memunculkan sinarnya. Tampak Bara yang sedang merenungi dirinya di dalam kamar sambil menyaksikan gemerlapnya bintang. Dia menghela nafasnya dan mengusap wajahnya. Sambil melihat pakaian yang dia pakai. Hari ini dia harus kerja lagi seperti biasanya.
"Bara," panggil Hani membuat Bara kaget. Bara memutuskan untuk membuka pintu.
"Iya, Ma?"
"Itu Adik kamu minta diajari matematika, ada tugas katanya. Gak papa kan, Nak? Dia minta diajari kamu soalnya."
Bara hanya mengangguk dan tersenyum. Dia menatap jam yang ada di dinding. Masih jam 8 malam, itu artinya masih banyak waktu untuk dikerjakan.
"Iya, Ma. Gak papa kok, lagian Bara masih belum berangkat. Nina ada dimana?"
"Di ruang keluarga."
Bara melihat Adiknya yang sedang menonton tv entah kartun apa namanya. Bara juga tidak tau. Sedangkan bukunya dia tinggal di atas sofa.
Remote yang ada di samping Nina langsung dia ambil dan mematikan tv yang sedang ditonton Adiknya.
"Kak Bara! Kok dimatiin sih!" protes Nina dengan suara kecilnya itu.
"Katanya ada tugas? Kok gak dikerjain?"
"Tau, males! Soalnya kakak gak ada di samping Nina. Sibuk terus kerjaannya." Nina mengerucutkan bibirnya.
Ucapan Nina barusan, sukses membuat Bara kecewa kepada dirinya sendiri. Sesibuk itukah Bara di mata Adiknya sendiri? Padahal dia hanya membantu meringankan beban Mamanya yang sedang banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kan Kakak harus kerja buat bantuin Mama. Tugasnya Nina ya emang belajar," tutur Bara mencoba untuk menasehati Adiknya.
"Biar sukses kayak Kakak?" pertanyaan Adiknya barusan, menohok hati Bara.
'Sukses? Bahkan Kakak jauh dari kata itu, Nin,' batin Bara dalam hati.
Namun selanjutnya, Bara hanya memilih mengangguki ucapan Nina dan mengambil buku pelajaran gadis kecil itu.
"Sekarang belajar, biar sukses. Jangan kayak Kakak."
"Katanya biar kayak Kakak?"
"Iya jangan kayak Kakak. Gak bisa luangin waktu buat kamu," alibi Bara, membuat Hani yang mendengar itu, seketika meneteskan air matanya.
Hani merasa, Bara seperti sekarang karena dirinya. Kenapa harus Bara yang menanggung semuanya?
"Iya makanya, Kakak lain kali kalau kerja jangan malem-malem."
Bara seketika diam. Dia mulai bisu, mulutnya tidak bisa berbicara sekarang.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
02;Different star✔
Ficção Adolescente#LavenderWriters Project Season 3 ;Ketua: @imah224 ;Asisten: @pena_samudra | B i n t a n g y a n g B e r b e d a | Ini kisah cinta Starla dan Bara, dua anak manusia yang latar belakang kehidupannya sangat bertolak belakang. Jika Starla hidup dengan...
