LavenderWriters Project III Present
Different Star © Group 2
Part 05 — Created by pena_samudra
▫▪▫▪
Siang ini, para murid SMA Mandala tengah menikmati waktu istirahatnya. Ada yang pergi ke perpustakaan, duduk-duduk di taman, atau bahkan hanya berdiam diri di kelas. Tapi sebagian besar dari mereka sih, pasti memilih untuk pergi ke kantin.
Begitu pula dengan Bara. Laki-laki itu sekarang tengah menyantap cilok kesukaannya, dengan mata yang terus menatap ke arah Starla yang kini sedang tertawa ria bersama ketiga sahabatnya. Posisi tempat duduk Bara dan Starla tidak lah jauh. Hanya dibatasi oleh satu meja saja.
"Udah kali natapnya. Cewek lo gak bakal ngilang kemana-mana," ucap Keano mengalihkan perhatian Bara.
"Berisik lo!" sungut Bara.
"Suka-suka gua lah. Gua ngomong juga pakek mulut gua, bukan pakek mulut lo," cibir Keano tidak mau kalah.
Bara memutar bola matanya malas. Ia memilih diam, daripada meladeni orang berotak setengah seperti Keano. Karena jika diteruskan, tidak akan ada habisnya. Bahkan meskipun Bara sudah menutup mulut, tidak lama lagi pasti sahabatnya itu akan kembali mengoceh.
Lihat saja.
"Bar," panggilnya.
Nah, kan.
Bara hanya berdehem menyahuti panggilan Keano.
"Gua mau nanya sama lo. Lo gak ada niatan buat keluar dari kerjaan lo yang itu apa?" Sontak, Bara yang tengah fokus memakan ciloknya pun langsung menatap Keano.
"Kenapa tiba-tiba nanya kayak gitu?" tanya balik Bara.
Keano menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Nyalinya agak menciut mendengar suara Bara yang terdengar tidak suka dengan pertanyaannya tadi.
"Ya... gapapa sih. Gua cuma agak gimana gitu kalo lo kerja di sana," jawab Keano dengan penuh hati-hati.
Bukan apa-apa, dia hanya takut jika Bara tersinggung dengan kalimatnya.
Seolah memahami apa yang Keano rasakan saat ini, Bara menghela napasnya panjang. "Lo tenang aja. Selama yang tahu tentang pekerjaan gua itu cuma lo, semuanya bakal baik-baik aja," ucapnya sedikit mengingatkan kembali kepada Keano.
"Ya kalo itu mah, gua tau. Tapi masalahnya gini, gua takut kalo misalnya ada anak Mandala yang lain, yang tiba-tiba pergi kesana, dan lihat lo kerja disana. Ya doanya sih, semoga enggak. Tapi kan gak ada yang tau, apa yang bakal terjadi nanti. Mungkin kemaren, keberuntungan masih berpihak ke lo, karena gua yang dateng kesana. Kalo yang lain?"
Bara dibuat termenung oleh kalimat panjang Keano barusan. Apa yang dibilang oleh sahabatnya itu, memang benar. Mungkin kejadian beberapa hari lalu itu hanya sebuah keberuntungan. Sebab Keano sendiri lah yang memergoki dirinya. Kalau saja itu bukan Keano, mungkin sudah habis riwayatnya.
"Bar, gua tau lo emang butuh banget pekerjaan itu. Tapi apa gak sebaiknya lo cari kerja lain aja? Itu terlalu beresiko untuk elo, yang masih SMA. Apalagi sekarang lo udah kelas 12, bakalan rumit kalo semisal lo kena masalah," tutur Keano kembali.
"Lo pikir gua mau kayak gini? Enggak, No. Gua sendiri juga gak nyaman kalo harus kerja yang bisa dibilang juga gak halal sama sekali. Tapi gua bisa apa?" ungkap Bara dengan wajah frustasi.
"Gua paham sama apa yang lo rasain, Bar. Gua sebagai sahabat lo juga ngerasa gak guna, karena gua gak bisa bantu lo. Gua cuma bis---"
"Lo ngomong gitu lagi, gua tampol lo!" potong Bara.
KAMU SEDANG MEMBACA
02;Different star✔
Fiksi Remaja#LavenderWriters Project Season 3 ;Ketua: @imah224 ;Asisten: @pena_samudra | B i n t a n g y a n g B e r b e d a | Ini kisah cinta Starla dan Bara, dua anak manusia yang latar belakang kehidupannya sangat bertolak belakang. Jika Starla hidup dengan...
