LavenderWriters Project III Present
Different Star © Group 2
Part 47 — Created by starlast_ pena_samudra
▪︎▪︎▪
"Ma, doain Bara ya. Sekarang Bara ada presentasi sama klien," ucap Bara kearah Hani.
Dia sudah siap dengan setelan kerjanya, hari memang begitu masih pagi. Sehingga Hani sendiri baru saja menyiapkan sarapan paginya.
"Iya Bar, Mama selalu doain kamu," ucap Hani mengelus kepala Bara.
Bara sendiri ijin tidak masuk sekolah, dan pihak sekolah pun memberi ijin untuknya.
"Yaudah Bara berangkat, assalamualaikum," Bara menyalimi tangan Hani.
"Waalaikum salam, hati-hati Bar," teriak Hani saat Bara sudah berjalan keluar.
Disitu sudah terparkir mobil hitam didepan rumahnya, tepatnya itu adalah mobil milik Harun yang sedang menunggu Bara.
"Om, maaf lama," ucap Bara saat pintu mobil itu terbuka.
Harun yang sedang duduk santai pun mengangguk.
"Om yakin tender kali ini juga pasti bakalan kita dapetin," ucapnya.
Bara mengangguk. Semoga saja, jika tender itu bisa dia dapatkan, dipastikan perusahaanya akan semakin maju dengan pesat.
Mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang dijalan yang masih begitu lenggang.
Selama beberapa menit perjalanan, akhirnya keduanya sampai di tujuan mereka. Yaitu sebuah perusahaan terbesar yang kini menjadi targetnya.
"Kita langsung aja keruangan meeting, Bar," ujar Harun yang langsung diangguki Bara.
Bara memang masih terbilang baru, tapi skillnya dalam bekerja sudah tidak diragukan lagi.
Tidak salah lagi memang jika Bara selalu menyabet juara di sekolahnya.
••••••
Sedangkan dilain tempat, seorang gadis tengah termenung menatap kursi yang kosong disebelahnya.
Ada rasa rindu yang menyelimuti hatinya, tapi, kini orang dia rindukan sudah berbeda, berubah entah karena apa.
"Tumben murung," ledek orang yang ada didepanya. Tepatnya Keano sahabat Bara yang selalu mengganggu ketentraman hidup sang Kak Ros.
"Diem lo jones!" protes Starla dengan mukanya yang kesal.
"Cowok lo kemana emang?" tanya Keano yang kini lebih serius.
Sejail apapun dia, dia masih punya rasa kasihan terhadap Starla yang kini seperti kehilangan semangatnya.
"Gak tau," jawab Starla dengan ketus.
"Dih malah ketus, kantin yok sama gue. Nanti gue traktir deh," ajak Keano bermaksud membujuk Starla. Agar gadis itu tak merasa sedih lagi.
"Gak mau."
"Heh, kalo lo gitu terus, yang ada Bara makin ngejauh. Lo harus berjuang dong Kak Ros, bukan malah murung kek gini," ujar Keano.
Ucapanya memang ada benarnya karena jika Starla terus-terusan murung, yang ada dia sendiri akan semakin kehilangan Bara.
KAMU SEDANG MEMBACA
02;Different star✔
Novela Juvenil#LavenderWriters Project Season 3 ;Ketua: @imah224 ;Asisten: @pena_samudra | B i n t a n g y a n g B e r b e d a | Ini kisah cinta Starla dan Bara, dua anak manusia yang latar belakang kehidupannya sangat bertolak belakang. Jika Starla hidup dengan...
