Julian mengacak rambutnya terbangun dari tidurnya. Ini masih larut malam dan dia kebangun.
Julian menengok di sampingnya yang sudah ada orang kembali tertidur lelap menghadap kearahnya.
Julian tersenyum Shiva memutuskan kembali ke rumah setelah membuat perjanjian dengan Luna, meskipun dia tidak yakin Luna menepatinya karena gadis itu sangat bebas.
Julian bergerak memeluk Shiva, memposisikannya dengan nyaman.
Shiva mengernyit keningnya terganggu, Julian mengusap kepala Shiva agar kembali nyenyak seperti sebelumnya.
Matanya kembali menutup setelah dia rasakan Shiva membalas pelukannya dan tangannya menepuk punggung Julian pelan. Wanita ini terbangun.
Pintu terbuka membuat Shiva membuka matanya, siapa yang masuk?
"Bunda" panggil Luna sembari memeluk boneka kesayangannya.
Shiva menengok dan beranjak duduk, "Kenapa sayang?"
"Takut"
Luna berjalan mendekati ranjang Shiva dan memeluk bundanya erat.
"Takut kenapa?"
Luna menggeleng kepalanya, "Bunda di sini"
"Luna takut"
"Sshhtt, Luna tidur di sini aja ya?"
Luna kembali menggeleng, "Kamu mau apa?"
"Aku ke kamar abang aja. Bunda tidur lagi"
"Di sini aja kalo kamu takut"
"Aku tidur sama abang"
"Yakin?"
Luna mengangguk, dan beranjak pergi.
"Perhatikan langkahmu" peringat Shiva mengingat Luna sangat ceroboh setelah sakit.
Shiva kembali membaringkan tubuhnya dan menatap wajah tenang Julian mencium keningnya lembut dan menutup matanya.
Luna membuka pintu kamar William, abangnya sudah tertidur. Melangkah dengan pelan masih dengan bonekanya, dia seperti balita yang takut tidur sendirian.
Luna membaringkan tubuhnya di samping William dan memeluknya erat. Bayangan mengerikan menghantui tidurnya hingga dia merasakan takut seperti ini. Setelah sakit dia akan mengalaminya, entah karena apa.
William membuka matanya pelan menunduk siapa yang sudah memeluknya.
"Kenapa hm?" Tanya William membalas pelukan Luna.
"Takut"
"Tidur, jangan dipikirin"
William mengusap kepala Luna agar cepat tertidur dan dirinya juga sudah mengantuk.
Beberapa menit kemudian keduanya terlelap namun hanya sesaat. William kembali membuka matanya merasakan tubuh Luna bergetar ketakutan.
William mengusap punggung Luna, "Sshhhtt, tenanglah"
Luna menyembunyikan wajahnya di dada William dan semakin memeluk William erat.
William terjaga hingga Luna tertidur nyenyak, beruntung dia dan bundanya sudah kembali jika tidak gadis ini akan ketakutan sendirian. Julian tidak bisa mengatasinya karena Luna tidak akan nyaman dengan ayahnya itu entah kenapa.
William melirik jam dan ini sudah subuh, mengusap wajahnya dia akan tidur beberapa jam saja dan dia akan pergi kuliah.
***
Shiva membuka pintu kamar William membangunkan kedua anaknya yang masih tertidur berpelukan.
"Luna, Liam bangun"
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY MONSTER
Dla nastolatków(FOLLOW SEBELUM MEMBACA) Laluna Andrea Shakira. Mungil namun tengil, manis namun bengis. Itulah yang bisa digambarkan dari gadis ini. William Andes, biasa dipanggil Lam oleh adiknya Luna. Dingin dan tegas secara bersamaan tidak membuat Luna takut pa...
