Luna menggerutu menunggu abangnya yang belum datang menjemputnya. Keluarganya memang ngaret jika melakukan sesuatu untuknya.
Luna mendengus melihat mobil yang sudah ada di depannya dan langsung masuk.
"Abang kemana aja sih?! Luna udah nunggu dari tadi tau!" Kesalnya tanpa melihat seseorang yang ada di dalam itu.
Luna menengok ketika tidak ada sahutan dari abangnya.
"Halo Shakira"
Luna menatapnya bingung, "Malu-maluin banget salah mobil" gerutu Luna membuka pintu mobil namun tidak bisa.
"Buka."
"Kamu udah masuk, ga bisa keluar"
"Apa maksudmu?"
Luna menjauhkan tubuhnya saat lelaki ini mendekatkan dirinya.
"Aku udah kembali Shakira, jangan harap kamu lepas dariku." Bisiknya tepat di depan wajah Luna yang sudah menahan nafas.
"Lo siapa?"
"Lo? Aku ga suka panggilan itu"
"Gue ga kenal lo, lagian lo orang asing. Ga penting"
Luna menatap lelaki ini yang sudah mencengkram rahangnya, "Aku bukan orang asing. Kamu milik aku Shakira."
Luna menatap mata yang berkobar amarah itu, "Lo salah orang" ucapnya.
"Kamu gapapa?"
"Ha?"
Lelaki itu melepaskan cengkeramannya dan berubah mengusap pipinya, "Aku khawatir ngeliat kamu tumbang saat itu"
Luna menatap lelaki ini terkejut, "Lo nguntit gue?!"
"Aku memang selalu di sampingmu"
"Lo siapa?"
"Riko."
Luna terdiam mendengarnya, Riko? Sepertinya tidak asing.
"Lo yang ngasih kertas itu?"
Riko mengangguk, "Aku rindu kamu" ujar Riko menarik tangan Luna berencana memeluknya.
Luna menahan dada Riko, "Gue ga kenal lo! Buka pintunya."
Riko menatap Luna tajam dan juga tersimpan amarah, Luna membuka pintu yang sudah tidak terkunci dan keluar melirik tajam ke arah Riko.
William yang sudah ada di sana menatap Luna yang baru saja keluar dari mobil persis seperti miliknya.
Luna cemberut mendekati abangnya, "Abang kemana aja sih?!"
"Maaf, abang punya jam tambahan lupa ngabarin kamu."
William melirik ke arah dalam mobil namun keburu pergi, "Siapa dia?"
"Salah orang. Mobilnya sama, malu-maluin kan"
William menatap Luna yang membalas tatapannya, "Aku ga bohong abang."
William menganggukan kepalanya lalu menarik Luna memasuki mobil, "Lain kali liat dulu Luna. Nanti kamu diculik"
"Aku orangnya ga sabaran. Aku udah nunggu dua jam di sini, ya kali mau liat itu abang atau bukan. Mobilnya sama persis. Untung ga diejek"
Luna terdiam setelah berucap seperti itu. Di kepalanya dia memikirkan lelaki tadi. Mobil sudah jalan dan Luna masih tetap bungkam.
William menengok sekilas tidak ada ocehannya lagi, "Kenapa?"
Luna menatap William ragu, "Abang kenal Riko?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY MONSTER
Teen Fiction(FOLLOW SEBELUM MEMBACA) Laluna Andrea Shakira. Mungil namun tengil, manis namun bengis. Itulah yang bisa digambarkan dari gadis ini. William Andes, biasa dipanggil Lam oleh adiknya Luna. Dingin dan tegas secara bersamaan tidak membuat Luna takut pa...
