Pergi ⁵⁰

1.5K 99 11
                                        

Senyuman manis itu tidak pernah luntur di wajahnya.

Matanya menatap kagum ke arah Riko, "kenapa?"

"Kamu ganteng"

Riko tersenyum, "aku suka kamu ubah panggilan"

"Sejak dulu aku emang ganteng, kamunya aja yang ga pernah nengok"

Luna tersenyum, "ayo"

"Kemana?"

"Main"

Luna menarik tangannya pelan, digenggamnya erat. Riko tersenyum melihat interaksi Luna yang berbeda dari sebelumnya.

"Aiyo"

Luna mendekatkan wajahnya, "Shakira sayang Aiyo"

Riko tersenyum menatap wajah Luna yang terkena cahaya, "sejak kapan kamu jadi gini?"

Luna mengangkat bahunya, "kenapa? Kamu ga suka? Ya udah aku pilih haluan lain"

"Eh jangan dong! Keputusan kamu itu tetap. Ga bisa diubah"

"Dih kata siapa? Aku punya hak lah"

"Mutlak Shakira. Ga bisa diubah lagi"

"Bisa lah"

"Ga bisa."

"Oke terserah!"

"Kamu bukan Shakira yang aku kenal"

"Kenapa?"

"Shakira yang aku kenal keras kepala, bukan pengalah seperti ini"

Luna tersenyum, "apa salahnya jadi orang yang lebih baik?"

Riko mengangguk mengiyakan, "jangan banyak berubah, aku suka sikap kamu yang bar-bar"

"Tapi mereka benci aku"

"Siapa? Bilang sama aku biar aku deketin"

"Ga usah lah!"

"Kenapa?"

"Kalau kamu yang labrak mereka, yang ada mereka ngefans kamu lagi."

"Haha kamu cemburuan juga ternyata"

"Aku ga suka milikku diganggu"

Riko mengacak rambutnya pelan, kini Luna sudah ada di tangannya. Berpihak padanya dan tentunya dia akan terus menggenggam tangannya.

Luna berbalik ingin menarik Riko kembali namun tidak jadi saat matanya melihat Justin dan Yura yang sudah berpegangan tangan.

"Hai"

Luna mengangguk melirik tangan keduanya lalu menatap Justin yang tersenyum lebar.

"Maaf Luna, gue mundur dan pilih sepupu lo"

"Maaf belakangan ini selalu deketin Yura ketimbang lo. Maaf udah gue boongin"

Luna mengeratkan genggamannya, "hati gue pilih Yura Luna, maafin gue."

"Entah kenapa secara singkat perasan gue beralih Luna, gue harap lo udah ga ada rasa lagi sama gue. Maafin gue"

Luna mengernyit, "lo bilang gitu seolah gue yang ngejar-ngejar lo padahal ga."

"Ga seharusnya gue sayang sama lo meskipun secara singkat. Gue ga nyesel cuma perilaku lo sekarang yang buat gue jijik"

"Lo keliatan berjuang di depan gue tapi di belakang lo mainin gue" senyuman miring Luna terlihat.

"Sorry gue ga minat melihara buaya di halaman rumah"

Luna melanjutkan langkahnya menarik Riko yang sudah tersenyum menang di hadapannya.

BABY MONSTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang