Nia tersenyum singkat melihat Luna yang bertingkah lucu di depan sana. Dia tidak berani mendekati Luna walaupun dia sudah baikan.
Nia menengok saat botol minum terulur untuknya, Nia menggeleng tidak menerimanya.
Dia menarik tangan Nia dan memaksanya untuk menerima pemberiannya, "gue ga mau Jas"
Justin menatap datar Nia hingga gadis itu terdiam, "terima"
Menghela nafasnya Nia mengangguk menerimanya, Justin duduk di sampingnya.
Nia menengok dan menggeser tubuhnya memberikan jarak, "gue ga punya penyakit menular" ujar Justin menarik Nia mendekat.
Nia menggeleng, matanya melirik semua siswa yang mencuri pandang maupun menatapnya sinis.
"Mending lo pergi Jas"
"Kenapa?"
"Mereka ga suka kita berduaan"
Justin melirik semua siswa yang berpura-pura melihat kearah lain, "jangan diladenin"
"Jangan mainin perasaan Luna Justin"
Justin menengok mendengar ucapan Nia, terkekeh pelan lalu tangannya mengacak rambut Nia.
"JUSTIN!"
Nia tersentak begitu pula Justin, lelaki itu terkejut mendengar sentakan Angga dari mejanya.
Luna mengerjap kaget pula, Angga teriak pas di telinga Luna.
Luna menggeplak wajah Angga, "lo buat gue kaget dan tuli disaat bersamaan!"
Angga menghiraukan semburan Luna dan dia beranjak mendekati dua orang itu.
"Mau kemana Ngga?!" Seru Luna, dia belum menyadari kemesraan Justin dan Nia.
Angga tidak menjawab dan langsung menggebrak meja Nia dan Justin.
Luna mengernyit melihat kedua orang itu. Tatapannya berubah datar dan tajam.
Tatapan Angga tertuju kearah Justin, "lo lagi apa tadi? Nebarin kemesraan?"
"Gu---"
"Alah bacot!"
Brak
"Gue baru tau lo cowo yang ga bertanggungjawab"
"Apa maksud lo?"
Senyuman sinis Angga terlihat, "acting lo bagus juga"
"Apa maksud lo?" Tekan Justin tidak mengerti ucapan Angga.
Angga berdecih muak, "Gue baru tau sikap lo Justin"
"Lo munafik."
"Tutup mulut lo." Geram Justin tidak terima.
"Lo suka Nia?"
Justin terdiam melirik Nia yang sedang mendengarkan.
"Suka maupun ga itu bukan urusan lo"
Angga menatap Justin tidak percaya, jawaban apa seperti itu?!
Luna berdiri tangannya dicekal Rona yang menggeleng, "gue mau pipis bukan ke mereka"
Rona melepaskannya, "mampus kan Luna ambil langkah" ghibah mereka melihat Luna mendekati mereka.
Angga menengok ke arah Luna yang mendekat, "Lun"
"Apa" juteknya.
Luna tidak berhenti dan dia langsung berlari keluar kantin setelah melirik Justin.
"Luna!"
Justin berdiri mengejarnya cepat, Angga menengok ke arah Rona.
"Kebelet pipis" ucap Rona kencang.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY MONSTER
Teen Fiction(FOLLOW SEBELUM MEMBACA) Laluna Andrea Shakira. Mungil namun tengil, manis namun bengis. Itulah yang bisa digambarkan dari gadis ini. William Andes, biasa dipanggil Lam oleh adiknya Luna. Dingin dan tegas secara bersamaan tidak membuat Luna takut pa...
