Luapan ⁴⁵

1K 106 16
                                        

Luna menatap mereka tidak percaya, kenapa mereka ada di sini semua?!

Kakinya menuruni anak tangga dengan pelan sembari menatap semua orang yang hadir di rumahnya.

"Luna!" Panggil Rona melambaikan tangannya.

Semua mata kini menatap ke arahnya yang sudah rapih, "Luna"

Luna menengok menatap bundanya, "ayo berangkat"

"Tunggu"

Luna menunjuk mereka semua, "mereka ikut?"

Shiva mengangguk, "kenapa? Ayah ga bilang cuma kita yang berangkat kan?"

Luna menggeleng, "udah ayo jangan difikirin"

"Ga difikirin tapi kaget liat mereka dateng"

Shiva tersenyum, "biar mereka bisa nemenin kamu Luna"

Luna menghela nafasnya pasrah, matanya kembali melirik semua sepupu, semua teman-temannya dan semua teman-teman William.

Hancur sudah planning yang sudah Luna buat untuk menyendiri. Tapi lihat saja nanti.

Riko menggenggam tangan Luna melihat wajahnya yang muram, "gapapa, nanti aku ajak kamu ke tempat sepi"

Luna mengangguk lemas, "ngapain?!" Seru Luna baru sadar dengan perkatan Riko.

"Biar kamu damai sayang"

Luna mengernyit aneh mendengarnya, Justin melihat interaksi itu dengan tajam.

Mendekatinya dan langsung menarik Luna pergi hingga genggaman Riko terlepas, "oh?!"

"Justin?"

Justin meliriknya, "hai" sapanya dengan nada datar.

Luna menengok ke belakang melihat Riko yang terdiam. Justin langsung menarik wajah Luna untuk melihat kearahnya, "gue di sini."

Melihat Justin yang menarik Luna William merangkul Riko sembari berjalan, "ide bunda bagus juga"

Riko mendelik menyingkirkan tangan William kasar lalu berjalan cepat melihat Luna yang sudah memasuki mobil.

William tersenyum kecil, "adek gue emang spesial"

"Lo pikir martabak?"

William berdecak melirik ketiga sobatnya yang ikut datang, "kalian kenapa dateng sih?! Kan gue ga ngundang"

"Bunda yang ngundang dan tentunya dengan segala hormat gue terima"

William berdecih mendengar jawaban Rangga, "gue juga butuh refreshing Wil, minggu kemarin kan kita semesteran. Otak butuh yang bening-bening" sahut Asep.

"Otak lo mesum!"

"Gue bermaksud ke air ya! Lo yang mesum!"

Rangga menggeleng kepalanya lalu menarik kedua orang itu yang berdebat tentang kemesuman otak mereka.

Luna menengok ketika pintu mobil bagian kanannya terbuka, Riko memberikan senyumannya dan dia langsung masuk.

Justin menatap kehadirannya dengan tidak suka, tangannya menarik lengan Luna agar menjaga jarak dengan Riko.

Shiva dan Julian hanya bisa tersenyum melirik ketiga orang yang memasuki mobilnya.

"Yang akur ya" pesan Shiva lalu membuka kaca mobil melihat semua anak-anak yang sudah siap dengan kendaraannya masing-masing.

"Liam jangan ngebut"

William menunjukan jempolnya dan berjalan terlebih dahulu memimpin perjalanan.

BABY MONSTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang