"LUNA!"
Riko menangkap tubuhnya dan dia memeluknya erat, detak jantungnya terdengar cepat di telinga Luna.
Kakinya tersandung kaki sendiri, deru nafasnya belum teratur.
William menuruni tangga dengan cepat, "kamu gapapa dek?"
Luna melirik William lalu mengangguk pelan, "gue gapapa" gumamnya mengusap punggung Riko.
Beruntung Riko menangkap tubuhnya cepat, lelaki ini mengikuti Luna sedari awal.
Riko menghela nafasnya pelan melihat kearah William tajam, "bukan salah gue ya!" Serunya melihat tatapan Riko tertuju kearahnya.
Riko mendengus dan menarik Luna mendekati mereka yang sudah kembali duduk.
"Kamu gapapa?"
Luna mengangguk, kepalanya langsung menengok ke arah Riko lagi yang berwajah datar.
"Lo marah?"
Tidak dijawab, matanya tidak melihat wajah Luna.
Luna berdecih lalu melepaskan tangannya paksa membuat Riko menengok.
Tangan Riko terangkat membuat Luna memejamkan matanya reflek, "kalo dibilangin itu nurut Luna, ga boleh lari-lari di tangga. Nanti kamu jatuh kan bahaya"
Luna kembali membuka matanya dan menatap Riko dengan tatapan teduhnya. Riko mengusap kepalanya pelan.
"Aku takut"
Luna mengerjap mendengarnya, "aku takut kamu jatuh tadi"
Luna melirik semua orang sesaat yang berpura-pura sibuk sendiri.
"Dengerin orang ngomong Luna"
Luna mengangguk pelan, Riko tersenyum mengacak rambutnya pelan. Menariknya mendekat.
Riko melirik Justin yang sedari tadi menyaksikan dengan tampang datar.
"Ga usah iri, bantal aja tuh lo peluk"
Justin mendengus dan melengos, sabar. Hatinya memanas tentu saja, tapi apa boleh buat?
"Sabar"
Justin menengok dan mengangguk melihat Yura yang mengucapkan seperti itu.
Rona menangkap tatapan Yura yang tidak lepas sedari tadi, memicing curiga saat Yura menatap ke arahnya.
"Apa?"
Rona menggeleng lalu melihat kearah tv.
"Kalo lo suka gebet aja. Jomblo kok"
Yura melotot mendengar gumaman sepupunya ini, "apaan sih Ron, lo ngawur!"
Rona meliriknya, "gue tau tatapan itu. Ga usah ngelak, gue bakalan bilang ke Luna"
Yura melotot mendekati Rona dan berbisik, "lo jangan aneh-aneh Rona. Luna juga sayang sama Justin"
"Sayangnya Riko lebih sayang dari Justin"
Angga menengok mendengar sekilas nama Justin terucap, "kenapa?"
Yura membekap mulut Rona yang akan berbicara, Yura memberikan senyumannya lalu menggeleng.
"Lo salah denger kali"
Angga menatapnya, "emang lo tau gue denger apaan?"
Rona tersenyum miring melirik Yura yang terdiam.
Yura mengalihkan pandangannya mendengar tawa mengejek Rona, "kasian bertepuk sebelah tangan"
"Rona!" Geram Yura menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY MONSTER
Teen Fiction(FOLLOW SEBELUM MEMBACA) Laluna Andrea Shakira. Mungil namun tengil, manis namun bengis. Itulah yang bisa digambarkan dari gadis ini. William Andes, biasa dipanggil Lam oleh adiknya Luna. Dingin dan tegas secara bersamaan tidak membuat Luna takut pa...
