Puncak ⁴²

1.1K 111 17
                                        

Matanya melirik halaman rumah yang terlihat sepi ini.

Kepalanya menyamping mendengar suara pecahan kaca, senyumannya terlihat.

"Aku bangga memiliki cucu sepertimu Luna" gumamnya melanjutkan langkahnya memasuki rumah melewati pintu depan.

Semua perhatian tertuju ke arah Luna yang menahan amarah, senyumannya terlihat.

Cucunya seperti dirinya, sekali dia meledak semua orang bisa menjadi kena batunya.

"Aku tau rencana kalian."

Luna melirik kearahnya, "aku mengetahui semuanya."

"Luna"

Gwen menggeleng, "hanya aku yang tau."

"Aku tidak punya rencana" jawab Klara santai mengangkat bahunya.

"Aku hanya melakukan sampai di sini saja. Aku sudah puas melihat anakmu terluka di depanmu sendiri Shiva"

"Mendengar jawaban Gwen, kamu bisa menyimpulkannya sendiri Shiva"

Mata Shiva menajam, Riko menatap ibunya tidak percaya.

"Ibu"

"Ya! Aku yang memfitnah Klara atas pembunuhan yang aku lakukan sendiri."

Riko mengepalkan tangannya, hatinya terasa tertusuk.

"Apa maksudmu?"

"Kau kira ibu memberikan kalung itu kepada ayah Shiva tanpa rencana? Kamu tau maksud yang terpendam Riko"

Riko melirik William, "kemarikan kalung itu William" ucapnya dalam.

"Percayalah."

William menatapnya tajam, "jika kau menyakiti keluargaku akan ku bunuh kau." Kecam William.

"Kau bisa membunuhku An"

William mengeluarkan kalung dari saku celananya, Riko menggenggamnya kuat menatap Gwen tajam.

"Jangan menyakiti gadisku ibu"

Gwen tersenyum miring, "tapi kelihatannya gadismu yang akan melukaiku"

Riko melirik Luna yang masih sama, aura hitam masih ada disekelilingnya.

"Karena kau yang memulainya. Hentikan sekarang."

Gwen tersenyum sinis, "mana mungkin aku menghentikan usaha kerasku untuk melenyapkannya"

"Apa masalahmu?"

Julian sedari tadi hanya bisa diam berusaha menahan Luna yang terlihat akan meledak.

"Suamiku terpikat olehmu Shiva."

Shiva mengernyitkan keningnya, "suamimu? Aku tidak pernah menemuinya"

"Kau menemuinya."

"Apa? Kapan?"

"Seorang pelayan yang selalu melayanimu."

Mata Gwen berubah, "suamiku meninggalkanku karena dia menyukaimu."

"Apa?"

Shiva menatap Julian yang kini menatapnya tajam, menggeleng kepalanya mengelak dari ucapan Gwen.

"Pelayan apa yang kau maksud?"

"Tempat tongkronganmu dan juga Klara saat muda maupun sekarang."

Mata Shiva melebar, "a--aku tidak tau dia suamimu Gwen. Dan aku tidak meladeninya, tanya Klara"

Klara tersenyum sinis, "dia bukan suamimu Gwen."

"Dia suamiku"

"Hanya kau yang menganggapnya."

BABY MONSTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang