Paginya, Tay kembali datang ke forest house tempat New menginap untuk menjemput dan membawa pulang sang pujaan hati.
Tay berjalan menaiki tangga dan mendudukkan diri di kursi yg ada di teras. Tidak lama kemudian keluar New dari dalam rumah itu dan Adit yg mengekori di belakangnya.
"Are you sure you don't want to stay with me? Saya bisa memenuhi apapun keinginan kamu." Adit bertanya untuk terakhir kalinya.
New menggelengkan kepalanya dan tersenyum, "terimakasih untuk semuanya."
Melihat senyuman tulus New seperti ini lah yg sudah seminggu ini Adit ingin lihat. New yg tersenyum adalah segalanya untuk Adit, dan dirinya bersyukur dapat melihat ini untuk terakhir kali.
"Kamu bisa balik ke sini kapan aja New, bagaimanapun kamu pemilik rumah ini."
New pun terkekeh mendengar ucapan Adit, "lebih baik kamu ganti nama pemilik rumah ini untuk pasangan kamu nantinya. Don't forget that you deserve to be happy too."
Tay lalu berdiri dan mengucapkan terimakasih pada Adit karena sudah menepati janjinya untuk menjaga New dengan baik, "mas tunggu di mobil ya." ucap Tay pada New dan dibalas anggukan oleh New.
"Can I hug you for the last time?" Adit bertanya dengan ragu-ragu.
"Sure!" ucap New dan langsung saja Adit memeluknya dengan erat karena setelah ini entah apakah mereka masih bisa bertemu dengan satu sama lainnya atau tidak.
Adit menatap kepergian New dan teringat akan perjanjiannya dengan Tay, membiarkan New untuk memilih dan merelakan apapun keputusan yg bisa membuat New bahagia.
"Apa kamu yakin? Gimana kalau akhirnya New memilih bersama saya?"
Tay memberikan senyuman singkat pada Adit, "selama itu membuat New bahagia, kenapa tidak? Sudah saya bilang kan, di sini perasaan kita ke New sama."
"Kita sama-sama ingin lihat New aman dan bahagia terlepas siapa yg ada disisinya, kita lihat nanti siapa yg akan New pilih diantara kita."
"Siapa pun yg New pilih, kita harus fair menerimanya." ujar Tay menututup pembicaraan mereka.
*
Di dalam pesawat, perjalanan menuju Indonesia diisi oleh keheningan diantara keduanya. Tay merasa kalau New saat ini masih dalam mode kesal terhadapnya setelah dirinya menceritakan kronologi dari awal dirinya di culik hingga dirinya ditemukan.
Dor!
Suara tembakan terdengar memenuhi gudang kosong tempat Tay di sekap. Suara tembakan itu berasal dari atap gudang, membuat pistol yg Max pegang terjatuh karena lengannya terkena tembakan. Max pun mengerang kesakitan.
Melihat kesempatan ini, dengan tenaga terakhir yg tersisa dan pandangan yg sudah mulai kabur Tay menendang Max hingga tersungkur.
Samar-samar Tay melihat Off dan semua anggota tim nya berlari menghampirinya dan ingatannya berakhir sampai disitu karena dirinya tak sadarkan diri.
Mereka kemudian membawa Tay ke rumah sakit, dan dirinya di rawat selama dua hari full di rumah sakit itu. Sebenarnya Tay sudah ingin keluar dari rumah sakit tersebut beberapa jam setelah dirinya sadarkan diri.
Tay ingin cepat-cepat menjemput New-nya pulang karena pasti saat ini New sedang merasa sangat khawatir padanya.
Namun, karena banyak sekali luka di tubuh Tay terutama wajahnya dan dokter juga menyarankan Tay untuk di rawat satu hari lagi, jadilah Off melarangnya pergi dan di minta untuk menunggu selama satu hari lagi saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIT INVESTIGASI GMM
FanfictionUnit Investigasi GMM adalah sebuah unit investigasi ternama dalam negeri. Unit ini sudah terkenal akan pencapaiannya mengungkap kasus berat. Cerita berawal dari New thitiphoom dan Gun atthaphan yang memulai hari pertama mereka kerja di unit ini. Di...
