Unit Investigasi GMM adalah sebuah unit investigasi ternama dalam negeri. Unit ini sudah terkenal akan pencapaiannya mengungkap kasus berat.
Cerita berawal dari New thitiphoom dan Gun atthaphan yang memulai hari pertama mereka kerja di unit ini. Di...
Setelah Tay beberapa kali mengetuk pintu kamar tersebut, muncul seorang pria dari balik pintu. Bingung, adalah kata yg pas untuk menjelaskan raut wajah dari pria itu. Kesan yg di dapat Tay pertama kali dari pria muda ini adalah, dia seseorang yg tidak friendly.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tay memberikan senyuman profesional nya dan mengatakan maksud kedatangannya. "Selamat siang Vier, saya Tay dari unit investigasi Gmm, bisa kita bicara sebentar?" tanyanya dengan nada ramah.
Pria itu menganggukan kepalanya dan mempersilahkan Tay untuk masuk ke dalam apartemennya dan meminta Tay untuk duduk. "Bapak ada perlu apa ya?" tanya laki-laki itu pada Tay.
"Saya datang ke sini ingin menanyakan beberapa hal mengenai konser Jayler sabtu besok. Kamu diundang sebagai tamu VVIP kan?"
Vier mengangguk kan kepalanya, "betul. Bisa tolong jelaskan kenapa detektif dari GIU datang kesini? Kenapa bawa-bawa konser Jayler segala?"
Tay memicingkan matanya. "Jadi kamu ga tau?" tanyanya.
Raut wajah Vier terlihat begitu kebingungan, dirinya hanya menggelengkan kepala. Tay pun menjelaskan mengenai surat ancaman tersebut, tidak lupa juga menanyakan perihal hubungannya dengan Jayler.
"Hah? Konser yg batal tahun lalu karena JJ alergi makanan?"
"Kamu sama sekali ga tau tentang hal ini? Bukannya kamu masih sering hangout sama JJ setelah keluar dari management?"
"Iya memang, tapi JJ bilang konser yg batal tahun kemarin itu karena tubuh dia yg tiba-tiba drop karena kebanyakan latihan- bukan karena alergi makanan. Tentang surat ancaman ini juga JJ ga bilang apapun ke saya." Jawab Vier jujur.
Tay menganggukkan kepalanya. "Ini mungkin ga relevan. Tapi, boleh saya tau seberapa deket kamu sama Sean?"
Tay melihat raut wajah Vier yg berubah, terlihat sekali dirinya terkejut dengan pertanyaan Tay. "Normal, kaya manager dan artis seperti biasanya."
"Setelah kamu keluar dari management, apa kalian masih sering hangout atau berhubungan?"
Vier menjawab dengan ragu-ragu. "Sering, kenapa ya?" Bukannya menjawab, Tay malah kembali bertanya. "Kalau baru-baru ini? Apa kalian saling berhubungan?"
"E- engga sih." Jawab Vier sedikit terbata. Kemudian terdengar suara ponsel yg berbunyi, dan itu berasal dari ponsel Tay. Dirinya meminta izin untuk mengangkat telepon itu pada Vier dan dibalas anggukan olehnya.
Tay berbicara tidak terlalu lama dengan seorang di sebrang sana. "Kalau gitu, saya permisi untuk kembali mengerjakan investigasi saya." ucap Tay pada Vier setelah menutup panggilan tadi lalu beranjak pergi yg diikuti oleh Vier mengantar nya sampai ke pintu.
*
Siang itu, di ruang meeting. Tim Tay dan Earth sudah berkumpul untuk kembali berdiskusi mengenai kasus surat ancaman Jayler. Mereka sedang menunggu Tay yg sedang di perjalanan menuju GIU.