*Warning 18+
"Bos, kita udah list semua barang yg di curi. Tadi pak Ferdian juga istrinya udah dateng kesini." ucap Earth saat melihat Tay yg baru saja memasuki ruangan tim.
"Ok, apa aja?"
Kemudian Earth memberikan selembar kertas pada Tay yg berisikan daftar barang berharga yg di tulis, "perhiasan mahal dan lima puluh juta uang cash, hmm..."
"Beruntungnya, mereka juga ngambil liontin yg ada pelacaknya. Pak Ferdian sengaja naruh pelacak di liontin itu karena benda itu warisan turun temurun keluarganya, biar gampang lacaknya kalau hilang."
"Bagus! Udah lu minta ke pak Ferdian alatnya?"
"Udah bang, semoga aja perhiasan itu bisa kasih tau tempat persembunyian mereka dan belom di jual."
"Mike lu udah dapet informasi dari ponsel korban?"
Mike menganggukkan kepalanya. "Bright berhasil memulihkan pesan-pesan yg di hapus di ponsel korban. Ternyata dia di ancam untuk membantu ketiga orang itu. Mereka tau istrinya kerja di rumah tersebut dan kalau dia ga nurut, istrinya bakal dalam bahaya."
"Korban dari awal memang cuma di manfaatin untuk matiin cctv supaya mereka bisa masuk dan setelah itu dia di tembak biar ga ada saksi mata." ucap Lee tiba-tiba karena sedari tadi sibuk memperhatikan.
"Apa ada informasi dimana mereka ketemuan atau ngumpul gitu?"
Mike berkutat dengan ponsel korban yg di pegangnya dan membuka satu persatu pesan masuk atau keluar, "bentar... ada bang, korban dua kali di suruh temuin mereka di satu rumah kontrakan gitu."
"Mike, Lee, Puimek, Gunsmile kalian datengin tempat itu, semoga aja mereka masih ada di situ. Gue sama Earth jaga-jaga nunggu hasil pelacakan dari liontin itu."
*
Sore itu Tay, Earth, Neo dan beberapa petugas berlarian di sepanjang pinggiran dermaga mengejar ketiga orang perampok yg berhasil kabur dari petugas pelabuhan yg menahan mereka.
Flashback beberapa saat yg lalu
"Bang kita udah sampai gudang tapi udah ga ada siapa-siapa." ucap Lee dari sebrang sana menghubungi Tay lewat ponselnya.
"Mereka belom lama pergi, di lihat dari puntung rokok yg masih nyala. Eh bang, kita nemuin sesuatu, mereka berencana kabur keluar pulau!" Tambah Lee lagi.
"Iya tau, kalian cepet nyusul ke sini. Tadi hasil pelacakan liontinnya nunjukkin mereka lagi perjalanan ke pelabuhan merak."
"Gue sama Earth udah deket dan akan hubungin ke petugas yg jaga di sana buat nahan mereka."
"Berhenti!" teriak Earth masih berlari mengejar mereka. Tay dan Neo pun mengambil jalan lain untuk mengepung ketiga perampok itu.
Melihat ada kesempatan, Tay segera menerjang dari samping ke salah satu perampok dan terlibat baku hantam beberapa saat karena si tersangka terus melawan.
Setelah beberapa menit mereka baku hantam, Tay berhasil memborgol si tersangka. Earth dan Neo pun sama, mereka berhasil menahan dua lainnya dengan petugas yg mengelilingi mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNIT INVESTIGASI GMM
Hayran KurguUnit Investigasi GMM adalah sebuah unit investigasi ternama dalam negeri. Unit ini sudah terkenal akan pencapaiannya mengungkap kasus berat. Cerita berawal dari New thitiphoom dan Gun atthaphan yang memulai hari pertama mereka kerja di unit ini. Di...
