#39 mulai dari awal

41 16 0
                                    

Saat itu kau bilang menetap
Serta akan membahagiakan
Tapi nyatanya kau berlabu lagi
Meninggalkan kenangan akan luka.

****

Perlahan semuanya kembali membaik terutama Aira yang sekarang sudah mampu memaafkan semuanya.

Kini cahaya matahari menerobos sela gorden yang langsung menyapu seluruh wajah Aira hingga terbangun.

Aira perlahan membuka matanya dengan senyuman di wajahnya, yang pertama dia lihat adalah Aulia bundanya yang sudah membuka gorden sehingga membiarkan cahaya matahari pagi menerobos leluasa.

Aulia yang menyadari Aira terbangun langsung saja menghampirinya dan mulai duduk di pinggir tempat tidur,

Aulia mulai membelai lembut rambut putrinya dengan senyum di wajahnya yang masih belum pudar.

"kita mulai semua nya dari awal ya nak, ayo bangun sekarang ini hari pertama kamu di kelas 12." ucap Aulia lembut pada Aira.

Aira yang mendengar ucapan lembut dari bundanya langsung saja memperlihatkan senyum nya serta mulai mengangkat perlahan tubuhnya untuk memeluk Aulia dengan erat.

"bunda Aira mau kayak gini teruss," ujar Aira yang memeluk Aira sangat erat.

"iyaa sayang, bunda janji kali ini bunda akan terus ada waktu buat kamu, apalagi sekarang ada om hans, ayah kamu dan mama Lisa yang bisa bantuin bunda jaga kamu." seru Aulia yang mulai melepaskan perlukan nya pada Aira.

Ia meminta untuk putrinya itu siap-siap mandi dan kebawah untuk menikmati sarapan bersama.

Aira mulai berdiri serta berjalan ke kamar mandi dengan senyum yang masih terus terhias di wajahnya.

Setelah Aira menikmati sarapan bersama bundanya ia segera ke luar menunggu Daffa menjemputnya.

Karena sekarang ini daffa lebih memilih sekolah di sma bakti agar lebih dekat dengan Aira, sekaligus menjaga nya.

Mobil yang di kendarai nya sudah terlihat menunggu di depan pagar yang mulai di buka,

Aira yang melihat itu langsung saja berlari ke arah mobil Daffa dan menyapa serta masuk ke mobil itu.

"pagii Aira," ujar Daffa dengan lembut.

Aira yang mendengar itu memperlihatkan wajahnya bahagianya.
Apa yang ia impikan selama ini bisa menjadi kenyataan, impian supaya bisa akrab dengan sepupunya ini terwujud,
Sekarang ini Aira mulai menganggap Daffa layaknya abang nya sendiri.

Daffa mulai mengendarai mobilnya dengan terus mencairkan suasana berbincang bersama Aira sampai sampai mereka terlihat sudah tak canggung lagi,
Tak seperti dulu jika mereka bertemu daffa akan selalu berusaha supaya menyakiti gadis di samping nya namun sekarang semuanya berubah dia hanya ingin membuat Aira bahagia dan melupakan yang pernah di alami sebelumnya.

Sesaat kemudian Aira sudah sampai di sma bakti wisada.

Aira dan daffa langsung turun dari mobil itu di sambut tatapan heran beberapa murid yang melihat mereka berjalan bersama.

"daffa murid sma harris pindah ke sini woi,"

"pacarnya bibah,"

"katanya sih sodaraan sama Aira, "

"bukan nya mereka musuhan kan ya, "

"ko bisa sih musuh bebuyutan jalan bareng gitu,"

"jangan-jangan pindah gara-gara pengan lebih deket sama bibah tapi ko sama Aira,"

Ay & Ar Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang