Tanpa pikir panjang. Hari itu juga Nicholas dan Carley memutuskan untuk meninggalkan Indonesia. Nicholas tau segala keputusan yang ia ambil bisa saja akan terjadi hal buruk di dalamnya. Tapi ia tak bisa membiarkan Aurora dan Philippa dalam bahaya.
Ia dan Carley tak tau sekenario apa yang saat ini Miguel tengah siapkan untuk mereka. Tapi setidaknya, ia akan membawa kedua wanita itu terlebih dahulu ketempat yang lebih aman.
Siang agak menjelang sore, hari itu helicopter yang akan mereka naiki untuk menuju bandara sudah mendarat di helipad.
Nicholas, Carley, Aurora dan Philippa sudah berada di helipad yang berada tepat di rooftop gedung apartment itu.
"Apa yang kau pikirkan sayang." Tanya Nicholas sembari meremas tangan Aurora. Gadis itu menoleh tatapanya sayu. Terpancar sedikit rasa cemas di sana.
"Apa Bria dan Rowan akan baik-baik saja Nicholas?" Tanyanya seraya memikirkan anjing Canadian Eskimo dan anjing German Shepherd yang saat ini terpaksa harus pisah bersama mereka karena tidak bisa mereka bawa menaiki helikopter karena alasan keamanan.
"Kita akan bertemu mereka di bandara nanti sayang. Kau tak pelu cemas. Bria dan Rowan sudah berada di bandara dan sekarang sedang menuju pesawat jet yang akan kita tumpangi nanti."
Saat itu, saat mereka hendak menaiki Helicopter ponsel Carley berbunyi.
"Siapa." Tanya Nicholas gusar.
"FBI. Mereka sudah menemukan tempat persembunyian Red Tiger. Tapi tidak ada tanda-tanda Hector ada di sana. Bukankah ini aneh? Salah satu anggota kita yang sudah cukup lama mengintai tempat itu memberi tahu jika tidak ada pergerakan sama sekali. Hector Eduardo tidak pernah meninggalkan tempat itu Nicholas."
"Ada yang tidak beres Carley. Kita harus cepat meninggalkan tempat ini. Beri tahu FBI jika Miguel Eduardo yang selama ini menyamar sebagai Evans berada di Indonesia. Secepat mungkin Royal Investigations juga harus bekerja sama dengan FBI dan CIA. Hubungi Rodwick kepala satuan kusus FBI untuk segera mengirimkan anak buah-nya ke sini." Ucap Nicholas seraya menaiki Helicopter itu. Ia mem-piloti Helicopter itu sendiri.
"Jangan lupa sampaikan ke Headquarters The Royal Of Investigation and Security Services, lacak semua transaki yang berhubungan dengan nama Evans Regan. Kita bicarakan ini lagi nanti. Pria itu kemungkinan besar menggunakan Paspor dan tanda pengenal diri palsu. Tidak ada salahnya kita mencoba. Kita harus pergi sekarang." Tambah Nicholas.
—————-
Di tempat lain.
"Transaksi kita terancam gagal Miguel. Senjata yang sudah kita slundupkan dari Rusia sudah di temukan oleh FBI. Salah satu anak buah kita juga tertangkap. Kami sudah memastikan tidak ada FBI atau CIA yang mengintai kami. Tapi entahlah. Beberapa transaksi belakangan ini sepertinya akan terancam gagal juga Miguel. Kami tidak tau siapa dalang di balik semua ini."
"Apa kalian yakin tidak ada mata-mata di. Red Tiger."
"Tidak ada mata-mata di antara kami Miguel! Eduardo, ayahmu menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk menangani penjualan ini. Kraka si sikopat itu tidak mungkin menggigit majikannya sendiri."
"SIAL......!" Teriak Miguel seraya mengacak rambutnya.
Matanya terlihat menyalak marah. Beberapa pria yang ada di ruangan itu tampak takut. Mereka tau jika ada yang salah dengan otak anak dari bos mereka.
Miguel Geovani Eduardo terkenal gila. Tak jarang ia membunuh siapa saja yang ada di depan wajahnya hanya karena pria itu tak suka dengan orang itu. Tak jarang beberapa perempuan yang ia tiduri juga berakhir naas. Pria itu bisa saja mengkuliti mereka di sini saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aurora Is Mine
RomansaAurora Kiera Loredan Wanita berparas cantik, memiliki khidupan sempurna dan juga memiliki segalanya . Harus menghadapi kenyataan pahit. Penghianatan dari calon tunanganya. Yang terpergok berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ketika hatinya teng...
