Usai menjalankan misi rahasianya, Zakky langsung tancap gas untuk secepatnya sampai ke rumah.
Sesampainya di rumah pria dengan tinggi 178 cm ini langsung meluncur ke arah kamarnya. Saking semangatnya dia sampai lupa untuk menutup dan mengunci pintu mobil. Untung saja Pak Eko; satpam rumahnya bergerak cepat sebelum terjadi suatu hal buruk menimpa mobil mahal majikannya itu.
"Aduh Mas Zakky ini, kunci mobil pun sampai lupa di bawa," ucap Pak Eko menyayangkan sikap teledor majikannya.
Zakky terus berlari ke arah tangga kamar tanpa memperhatikan jalan, sampai-sampai ibu jari kakinya terbentur anak tangga. Rasanya amat sakit, namun rasa bahagianya mengalahkan rasa berdenyut di jempol kakinya yang kini membiru.
"Lihat saya bawa sesuatu untuk kamu," ucap Zakky yang hanya dibalas tatapan malas dari Devi.
"Katanya sebentar tapi lama sekali," protes Devi yang masih dalam posisi berbaring di tempat tidur.
"Maafkan saya, ayo cepat coba ini." Zakky menyodorkan kantong plastik putih yang dibawanya kepada Devi.
"Apa ini? Suplemen kolagen? Kenapa Mas Zakky membeli ini, apakah saya sudah terlihat tua?" Sontak raut wajah Devi berubah menjadi sedih.
"Bukan!" Zakky langsung merebut belanjaan miliknya kemudian memberikan benda yang dibeli khusus untuk istrinya.
"Benda inilah yang saya belikan untukmu, bukan yang tadi."
Devi kembali meraih kantong plastik yang disodorkan oleh Zakky yang tentu saja merupakan benda yang sama, lima produk dengan merek yang berbeda.
"Bagaimana cara menggunakannya?" tanya Devi.
"Ah, saya tidak tahu, saya pikir kamu tahu. Kita tanya Ibu saja," jawab Zakky dengan semangat, mengingat rumah mertuanya yang berjarak dekat dengan rumah mereka.
"Sebaiknya tidak. Jangan sampai Ibu tahu sesuatu yang belum pasti."
"Kamu maksud saya ... kita harus optimis."
"Saya hanya tidak ingin kecewa."
"Ayolah, ciri-cirinya sudah jelas. Saya yakin kamu hamil."
Senyuman Zakky membuat Devi merasakan keyakinan yang sama. Kehamilan merupakan suatu hal yang didambakan hampir seluruh pasangan suami istri di dunia, begitu juga mereka berdua.
.
.
.
"Dev sudah?" tanya Zakky yang masih setia menunggu di depan pintu kamar mandi.
Setelah membaca bagaimana cara menggunakan alat tersebut yang tertera di dalam kemasannya, Zakky langsung mendorong istrinya untuk ke kamar mandi. Sudah lebih dari sepuluh menit Devi di dalam sana, Zakky sudah tidak sabar lagi mengetahui hasilnya.
"Kira-kira apa jenis kelamin anak saya nanti ya? Apakah bisa terlihat melalui alat tes itu?" tanya Zakky polos yang di tujukan pada dirinya sendiri.
Penantian Zakky akhirnya berakhir setelah Devi keluar di menit ke lima belas. Devi berada sangat lama di kamar mandi bukan karena bingung cara menggunakannya melainkan merenungkan terhadap hasil yang ada. Benarkah hasil ini? Sebab Devi merasa tidak menyangka sama sekali.
"Bagaimana? Bagaimana hasilnya? Cepat katakan!" desak Zakky tidak sabar.
"Sebaiknya kamu lihat sendiri." Devi menyodorkan beberapa alat tes kehamilan yang dia coba tadi yang langsung direbut oleh Zakky.
"Wah, hasilnya sama semua. Sebentar lagi saya akan menjadi seorang Ayah. Apa jenis kelamin anak kita?"
Kedua mata Zakky mulai berkaca-kaca bahkan bulir air matanya mulai keluar. Sementara itu Devi tidak sanggup menjawab setiap pertanyaan Zakky tadi, air matanya pun ikut jatuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dream Zone: Wake Up (2)
Romance(COMPLETED) [Romance Comedy] Dream Zone: Sleeping Pills season 2 Kisah lika-liku kehidupan sebuah pasangan suami istri yang baru menikah. Zakky yang dulu menderita insomnia bisa sembuh berkat wanita yang kini menjadi istrinya. Masalah yang teratasi...
