Vibha mendengar semua apa yang dibicarakan oleh Avneet dan Lucky.
"Nak kamu serius dengan ucapanmu tadi? Kalian tetap akan menikah? Mom tau kamu kecewa tapi pikirkan kembali keputusan yang kamu ambil ini. Bagaimana dengan gadis itu yang sedang mengandung anak Lucky? Anak itu pasti membutuhkan orang tua yang lengkap" Kata Vibha mencoba memberikan pengertian.
Avneet menggeleng. "Mom tenang saja aku sudah mengambil keputusan yang tepat" Katanya tersenyum tipis.
"Maksud mu?" Vibha berkerut bingung.
"Kita bicarakan ini ditaman belakang rumah saja yah Mom biar lebih nyaman" Kata Avneet dan dianggukin oleh Vibha.
Sesampainya ditaman yang disediakan dirumah nigam. Avneet mengajak Vibha mengobrol dengan baik baik.
"Jadi keputusan apa yang sudah kamu ambil nak?" Tanya Vibha memegang kedua tangan Avneet.
"Aku sudah mengambil keputusan yang benar Mom dengan tetap membatalkan pernikahan ku dan Lucky" Kata Avneet.
"Tapi tadi kamu mengatakan pada Lucky kalau kalian tetap akan menikah?" Tanya Vibha bingung.
"Avneet terpaksa berbohong, Lucky pasti tetap tidak mau menikahi gadis itu walau kita sudah mencoba nya terus maka dari itu Avneet terpaksa berbohong dengan mengatakan bahwa pernikahan kami akan tetap diadakan hanya saja mempelai wanita nya bukan aku melainkan gadis yang sedang mengandung anak nya Lucky dan Lucky tidak perlu tau akan semua ini" Jelas Avneet.
"Apa kamu serius sayang? Kamu sudah menerima semua ini? Bagaimana dengan perasaan mu sendiri?" Tanya Vibha.
"Tidak Mom aku tak papa, aku tidak bisa egois dengan memiliki Lucky seorang diri sedangkan gadis itu yang sangat membutuhkan Lucky apalagi bayi itu tidak bersalah. Bayi itu juga pasti sangat membutuhkan ayahnya" Jelas Avneet.
Vibha memeluk erat Avneet hatinya merasa tersentuh oleh sikap baik gadis cantik ini.
"Kamu memang gadis yang sangat baik" Kata Vibha. Avneet membalas pelukan Vibha tak kalah erat.
"Mom bisa katakan padaku dimana alamat rumah gadis itu? Aku ingin menemuinya?" Tanya Avneet.
"Ya tentu saja Mom aka berikan" Kata Vibha.
-000-
Avneet saat ini sudah berada didepan rumah dengan gaya minimalis ini.
Ting nong
Ting nong
"Kau cari siapa?" Tanya seorang pria yang membukakan pintunya-Danish.
Avneet tersenyum tipis terhadap pria didepan nya ini.
"Apa benar ini rumah nya Arishfa?" Tanya Avneet, ia memang sudah tau nama gadis yang telah dihamili oleh kekasih nya itu.
"Iyah benar saya kakak nya, kau siapa dan ada perlu apa?" Tanya Danish ramah.
"Bisa aku menemuinya dan membicarakannya baik baik dengan kalian berdua?" Tanya Avneet.
"Baiklah silahkan masuk" Danish kemudian memanggil adiknya. Arishfa turun dari kamarnya dengan mata sembab nya dan Avneet mengetahuinya bahwa gadis itu habis menangis.
"Ada yang mau dia katakan padamu" Kata Danish dan Arishfa mengangguk.
"Aku Avneet lebih tepatnya calon istrinya Lucky, laki laki yang sudah menodai kamu!" Kata Avneet membuat Arishfa membulatkan matanya kaget dan Danish hanya memasang muka datar nya saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
Dla nastolatków"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)