Avneet dan kedua teman nya pergi ke salah satu mall yang ada di Mumbai. Perlahan Avneet sudah bisa melupakan Lucky walau sebenarnya masih sering mengingatnya.
"Avneet kita beli dress yuk" Ajak Krupa semangat.
"Tidak kamu saja dress ku sudah banyak" Jawab Avneet menggeleng kecil.
"Tidak masalah kali ini aku yang akan belikan untuk kamu" Kata Krupa.
"Wah tumben sekali ada apa?" Tanya Avneet heran tak biasanya teman nya ini mau mentraktirnya shopping.
"Tidak ada apa apa hari ini aku lagi berbaik hati saja" Krupa cengengesan mengatakan nya.
"Ya karena kau setiap harinya tidak punya hati" Timpal Riyaz. Krupa mengendus kearah Riyaz.
"Ayo Avneet kita tinggalkan laki laki jomblo ini" Kata Krupa sinis menatap Riyaz lalu menarik tangan Avneet meninggalkan Riyaz.
"Hei kau juga jomblo!" Teriak Riyaz tak terima.
"Cih! Dia tak punya kaca apa dirumah?" Gumam Riyaz mengendus kesal. Lalu laki laki itu pun mengejar kedua gadis itu.
Setelah puas berbelanja mereka bertiga memutuskan untuk mampir makan dulu disalah satu restoran.
"Silakan Nyonya mau pesan apa?" Kata pelayan ramah.
"Mm aku ingin steak dan orange juice" Kata Krupa.
"Aku ingin kentang goreng dan jus mangga" Kata Avneet.
"Aku ingin burger dan lemon ice" Kata Riyaz.
"Baiklah silahkan ditunggu dulu" Kata Pelayan.
"Eh aku ke toilet sebentar yah" Kata Avneet dan dianggukin oleh kedua teman nya itu.
Setelah merasa lega Avneet keluar dari toilet namun seketika pergelangan tangan nya dipegang oleh seseorang, ia pun membalikkan badan nya perlahan.
"Mom Vibha?" Kaget Avneet ketika yang memegang tangan nya adalah Vibha yang sedang tersenyum kearahnya.
"Ia ini Mom, kamu sedang apa dimall?" Tanya Vibha.
"Ah tidak Mom aku hanya berbelanja saja dengan kedua teman ku" Kata Avneet tersenyum ramah.
"Oh seperti itu" Kata Vibha.
"Mom sendiri sedang berbelanja juga? Dengan Mama Sonia?" Tanya Avneet.
"Tidak Mom sendiri sebenarnya ada yang ingin Mom bicarakan sama kamu" Kata Vibha. "Hanya sebentar saja" Lanjutnya.
"Baiklah Mom" Kata Avneet. Mereka duduk dibangku depan toilet yang memang sudah disediakan.
"Begini Avneet sebenarnya Mom mau kamu menjadi bagian dari keluarga Mom, atau lebih tepatnya menantu Mom" Kata Vibha membuat Avneet kaget.
"Maksud nya Mom?" Tanya Avneet.
"Mom mau kamu menikah dengan Sidd" Kata Vibha lagi semakin membuat Avneet membulatkan matanya lebar-lebar sangking terkejutnya.
"A-apa Mom? Menikah dengan Sidd?" Tanya Avneet tak percaya.
Bagaimana bisa Avneet saja baru batal menikah dengan putra kedua keluarga nigam dan sekarang Vibha meminta nya untuk menjadi istri dari putra pertama dikeluarga nigam.
Vibha mengangguk. "Iyah menikah dengan Sidd, Mom pasti akan sangat bahagai sekali jika memiliki menantu seperti dirimu" Katanya tersenyum hangat.
"T-tapi kenapa Mom? Mom kan tau kalau kami tidak saling mencintai lagi pula Sidd sudah memiliki kekasih bukan? dan sepertinya dia sangat mencintai kekasihnya itu" Kata Avneet menolak nya halus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
Teen Fiction"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)