Thank you 346 readers and 87 vote Jangan ragu untuk memberikan vote kalian semua biar aku tambah semangat ngetik nya:v
-000-
Sidd terbangun dari tidurnya dan melihat wajah istrinya yang masih terlelap dengan tidurnya itu. Sidd mengingatnya jika kemarin ia menjalmah tubuh Avneet dari siang sampai pagi jam 2 dirinya baru berhenti. Sidd kemarin sama sekali tidak mengampuni istrinya dan terus melakukan hubungan badan.
Sidd menatap wajah damai istrinya yang masih tidur terlintas rasa bersalah terhadap istrinya itu tentang permainan mereka kemarin yang begitu lama. Sidd tau pasti sekarang Avneet akan susah berjalan dan masih merasa kelelahan akibat permainan kasar nya kemarin. Sidd memang seakan tak pernah puas dengan tubuh indah istrinya itu hingga saat kemarin dirinya emosi tubuh Avneet lah yang menjadi sasaran nya.
Sidd teringat jika kemarin dirinya memukul bokong istrinya dengan kasar menggunakan gespernya. Sidd menyibakan selimut yang menutupi tubuh polos mereka dan melihat bokong Avneet dan yang sudah membiru.
"Shit!" Sidd menggeram bersalah ketika melihat nya. Kemarin sungguh diluar kendali nya sampai memukul Avneet menggunakan gespernya.
Sidd bangun dari ranjang dan memakai celana boxer nya kembali lalu ia pergi ke meja rias guna mengambil salep. Setelah dapat Sidd duduk kembali diranjang dan memoleskan salep itu pada bokong Avneet.
"Enghuhh" Avneet menggelit dalam tidurnya ketika merasa ada sebuah tangan yang menyentuh bokong belakang nya.
Avneet ingin berbalik namun ia tak sanggup karena kepala nya merasa sangat pusing dan juga seluruh tubuhnya merasa sakit terutama pada bagian bawah nya.
Tes
Avneet menangis kembali ketika mengingat kejadian kemarin yang membuat seluruh tubuhnya merasa sakit. Sidd dapat mendengar suara isakan Avneet dirinya jadi merasa bersalah karena Avneet menangis itu karena dirinya kemarin.
"Hari ini kamu tidak usah ke kantor beristirahatlah saja dikamar" Kata Sidd dingin lalu pergi ke kamar mandi.
-000-
Setelah kepergian Sidd Avneet membuka mata nya perlahan. Avneet ingin bangun tapi rasanya ia tak mampu karena kepala nya sangat pusing dan juga tubuh nya susah untuk bergerak sedikit saja.
Avneet menghela napas nya sepertinya hari ini seharian dirinya akan tetap berdiam diri didalam kamar saja. Avneet menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya dan melanjutkan untuk tidur menghilangkan rasa pusing di kepala nya.
.
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore dan selama itu pula Avneet tak beranjak dari ranjang nya.
"I-ibu" Avneet menangis memanggil nama ibu nya, ibu Vidya. Avneet sekarang butuh ibu nya itu untuk menguatkan hati nya dan merawatnya.
Tok tok
"Nona?"
Avneet menoleh kearah pintu dan itu adalah suara Maria. Ingin rasanya Avneet membuka pintu kamar nya namun tubuh nya sungguh tak sanggup untuk bergerak.
"Nona Avneet?"
"Apakah nona ada didalam?" Kata Maria yang mengetuk pintu nya berulang kali.
"I-iya" Avneet menjawab dengan lirih.
"Dari tadi siang nona belum makan apa pun? Mau saya ambilkan?" Kata Maria.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
Teen Fiction"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)