19. Merasa bersalah

3K 57 0
                                        

Sidd berlari ke arah kamar nya ketika sampai didepan pintu dirinya terdiam. Sidd mengepalkan kedua tangan nya dan rahang nya mengeras melihat pemandangan didepan nya saat ini. Istrinya sedang disuapi oleh mantan pacar nya membuat Sidd kesal sekaligus marah.

"Sedang apa kau dikamar ku?" Kata Sidd dingin dan menatap Lucky tak suka.

"Apa kau buta kak? Jelas jelas aku sedang menyuapi Avneet makan" Lucky hanya melirik sekilas kakak nya itu lalu kembali fokus menatap Avneet.

"Keluar" Kata Sidd.

Lucky tetap tidak mengiraukan nya membuat Sidd marah. Sidd menarik mangkok bubur nya kasar keatas meja dan menarik Lucky sampai pintu kamar nya.

"Aku bilang keluar" Bentak Sidd dan menghempas tubuh Lucky begitu sudah keluar kamar nya. "dan juga jangan pernah urusin istri ku lagi, urusin saja istri mu sana. Aku bisa menjaga istri ku dengan baik!" katanya tajam.

Bruk

Sidd menutup pintu dengan sangat kasar ia menatap Avneet yang sedang pucat. Sidd menghela napas nya ini bukan saat nya untuk dirinya marah marah terhadap istrinya itu.

Sidd memilih untuk berganti pakaian dulu tak lama ia keluar dengan menggunakan kaos merah dan celana jeans selutut.

"Kenapa kamu tidak bilang padaku kalau kamu sakit?" Sidd menatap Avneet lekat.

Avneet memilih untuk diam. Sidd duduk disebelah Avneet.

"Mau makan lagi? Aku suapin?" Kata Sidd dan mendapat gelengan dari Avneet.

"Tidak"

"Kenapa?"

"Aku sudah kenyang" Kata Avneet menunduk. Avneet masih sedikit takut dengan Sidd atas kejadian kemarin dimana Sidd sangat kejam dan tak punya hati menurut nya. Avneet juga merasa kalau bokong nya masih sangat sakit untuk duduk saja dirinya harus berhati hati.

"Apa masih sakit?" Tanya Sidd sedikit lembut tangan nya mengarah ke rambut Avneet dan menyelipkan nya ke belakang kuping Avneet.

"S-sedikit" Avneet kembali menunduk ketika menjawab nya. Sidd menarik dagu Avneet agar mau menatap nya.

"Jika sedang bicara pada suami nya jangan pernah menunduk itu sama sekali tidak sopan" Kata Sidd tegas. Avneet mengangkat kepala nya guna menatap mata suami nya.

"Kita pergi ke dokter yah?" Kata Sidd lembut. Avneet menggeleng cepat.

"Enggak usah aku cuma mau istirahat nanti juga sembuh" Kata Avneet lembut.

"Tapi kamu tetap harus diperiksa supaya cepat sembuh" Kata Sidd. Sidd mengeluarkan ponsel nya.

"Datang lah kerumah ku sekarang" Setelah itu Sidd langsung mematikan telpon nya tanpa mendengar jawaban disebrang sana.

"Sidd udah makan?" Tanya Avneet. Biar pun kemarin suami nya itu udah memukuli dan dan menyebabkan dirinya sakit tapi Avneet masih tetap menjalani kewajiban nya sebagai seorang istri.

Sidd menggeleng. "Begitu dapat kabar kamu sakit aku langsung pulang dan belum sempat makan siang" Katanya.

"Biar aku siapkan dulu yah" Avneet baru saja bergerak sedikit namun tangan nya sudah ditahan oleh Sidd.

"Kamu disini aja sebentar lagi dokter akan datang" Kata Sidd. "dan soal aku makan nanti akan ambil sendiri saja atau meminta adik ipar untuk mengantar nya kesini" lanjut nya.

Tok tok

"Permisi Tuan ini dokter nya sudah datang" Kata Maria sopan.

"Kau boleh kembali bekerja dan ya bawakan aku makan" Kata Sidd dingin.

Cinta Yang Memilih [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang