13. Pindah kantor

2.8K 54 4
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sarapan pagi sedikit canggung dengan ada nya Lucky dan Arishfa. Ditambah dengan kejadiaan malam tadi yang membuat Lucky dan Sidd saling pukul pukulan.

"Lucky cobalah makan ini istrimu sendiri yang memasaknya" Kata Sonia memecahkan keheningan sarapan mereka.

Lucky hanya diam saja tidak berniat untuk menjawab ibunya. Arishfa menatap suami nya dengan lirih. Mata Lucky kemudian melihat Avneet yang tengah melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri apalagi kalau bukan menyiapkan sarapan untuk suami nya Sidd.

Sidd diam diam dari tadi terus memperhatikan Lucky yang sedang menatap istrinya. Cih! Tak tau malu sudah punya istri masih saja menatap istri orang lain. Pikir Sidd kesal.

"Aku sudah selesai sarapan" Kata Lucky langsung berdiri mengambil tas kerjanya.

"Avneet kamu berangkat sama aku aja" Kata Lucky dengan tersenyum manis.

Perkataan Lucky membuat suasana semakin menegang. Ditambah dengan tatapan tak suka dari Sidd.

Avneet menatap Arishfa yang sedang melihat Lucky dengan lirih. Avneet tau pasti Arishfa merasa sedih melihat kedekatan dirinya dan suami nya. Avneet jadi tidak enak kepada Arishfa.

"Ya, Avneet kamu berangkat bareng Lucky saja kalian satu kantor kan?" Kata Arishfa berusaha untuk menutupi kesedihan nya.

"Ah-Mm--tidak usah aku bisa berangkat sendiri" Kata Avneet tersenyum kikuk.

"Avneet berangkat bersamaku!" Kata Sidd tiba tiba membuat Avneet bingung. Lucky menatap tajam kakaknya itu.

Sidd mengenggam tangan Avneet dan menatap nya. "Mulai sekarang kamu dipindah tugaskan ke kantor ku!" Katanya membuat Avneet terkejut.

"Apa?" Mata Avneet membeo dengan sempurna.

"Apa-apaan ini kak! Bagaimana mungkin Avneet bisa dipindahkan ke kantor mu" Kata Lucky marah sekaligus tak terima.

"Kenapa tidak bisa? Kantor pusat ada dikantor ku jadi aku berhak memindahkan semua karyawan yang ku mau" Jawab Sidd santai. "Lagi pula aku ingin selalu bersama dengan istriku" Lanjutnya membuat rahang Lucky mengeras.

"Tapi tidak bisa seenaknya dong kak, Avneet sudah bekerja lama dikantor ku bagaimana bisa kakak main memindahkan nya?" Kata Lucky protes.

Sidd menatap Ibunya-Vibha.

"Mom tidak masalah kan jika Avneet aku pindahkan ke kantor ku?" Tanya Sidd.

Vibha tersenyum. "Ya tentu saja kenapa Mom harus melarang nya. Mom tau kalian berdua pasti mau menghabiskan banyak waktu berdua kan?" Katanya.

Sidd menatap Lucky dengan senyum mengejek. "Kau sudah dengar kan kata Mom tadi? Jadi mulai sekarang Avneet akan bekerja dikantor ku!" Katanya.

"Mom tidak bisa seperti i--" Ucapan Lucky terpotong dengan suara Sonia.

Cinta Yang Memilih [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang