49. Mencoba

1.4K 48 0
                                        

Satu tahun kemudian

Tak terhitung sudah satu tahun pernikahan Sidd dan Avneet begitu pun dengan pernikahan Lucky dan Arishfa. Selama itu pula Lucky belum bisa juga berubah entah apa yang membuat laki laki itu sangat susah untuk menerima Arishfa sebagai istrinya sedangkan hubungan Sidd dan Avneet semakin hari semakin dekat saja.

"Maaf tuan nona diluar ada tuan abhi datang" Kata Maria yang menghampiri Sidd dan Avneet yang tengah bersantai diruang keluarga.

"Ngapain dia kesini?" Kata Sidd tak suka.

"Sidd gk boleh gitu dia kan teman mu" Kata Avneet lalu ia menatap Maria kembali.

"Kamu ajak masuk dan tolong buatkan minum yah" Kata Avneet.

"Baik Nona saya permisi tuan" Maria langsung pergi ke dapur.

"Hallo bung" Kata Abhi tersenyum lebar lalu duduk didepan teman nya itu membuat Sidd tak suka. Selain suka datang ke kantor nya seenaknya ternyata Abhi juga suka tiba tiba datang kerumah nya yah. Apa laki laki itu tak memiliki rumah?

"Kau untuk apa datang kerumah ku?" Tanya Sidd.

"Memang nya kenapa? Sudah lama juga aku tak main kerumah mu ini" Kata Abhi menjawab dengan santai ternyata laki laki itu tak datang sendiri melainkan bersama dengan istri nya Vaish.

"Hai Vaish" Sapa Avneet tersenyum ramah.

"Hai Avneet gimana kabar kamu?" Tanya Vaish.

"Aku baik seperti yang kau lihat" Kata Avneet.

"Oh iya sampai lupa sebenarnya aku datang kerumah mu untuk memberikan kabar bahagia" Kata Abhi.
"Kabar bahagia apa? Kau baru menang tender?" Kata Sidd.

"Ini lebih dari memenangkan sebuah tender" Kata Abhi.

"Lalu apa katakan? Jangan sok misterius begitu" Cibir Sidd.

"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah" Abhi merangkul Vaish dengan mesra membuat wanita itu tersipu malu.

"Istrimu hamil?" Sidd menatap Vaish.

"Ya usia kandungan nya baru dua minggu" Kata Abhi disertai dengan senyum lebar.

"Wah kalau begitu selamat atas kehamilan mu Vaish" Avneet berkata dengan raut wajah bahagia walau pun bukan dirinya yang hamil tapi ia tetap ikut bahagia untuk teman nya ini.

"Terima kasih Avneet" Kata Vaish.

"Sidd kau kapan akan menyusul ku punya anak? Apa kau tak mau ada yang memanggil mu ayah?" Tanya Abhi. Tapi seperti nya mengejek sih wkwk:b paham kan?

"Segera"

"Kau selalu saja mengatakan segera segera tapi mana sampai sekarang belum jadi juga hasil nya" Kata Abhi dengan mengejek.

"Sabarlah sedikit" Ketus Sidd. Setiap kali mereka bertemu pasti Abhi akan menanyakan hal yang sama kapan ia akan memiliki anak. Eh emang Sidd yang mengandung apa? Dan emang nya Sidd itu tuhan apa yang bisa mendatangkan anak kapan saja.

"Apa bibit mu tidak berkualitas?" Kata Abhi disertai dengan tawa pekikan.

"Eh kau sembarangan yah! Bibit ku ini sangat unggul yah" Kata Sidd tak terima dengan ucapan yang dibilang oleh teman nya. Enak saja bibit nya tidak berkualitas belum lihat aja dia seberapa besar benda pusaka nya. Eh?

"Benarkah? Bibit mu sangat unggul? Kalau begitu kenapa main sekali tidak langsung jadi?" Kata Abhi mengejek.

"Ya mungkin saja tuhan belum berkehendak" Alibi Sidd.

Cinta Yang Memilih [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang