Please Vote:) kesadaran diri sendiri aja!
Avneet dan Sidd tengah berada disalah satu kedai es cream. Ray anak itu tengah asyik menikmati es cream coklat yang baru saja dipesan hingga tak sadar sampai belepotan.
Sidd dan Avneet yang melihat nya tertawa bahagia melihat bagaimana menggemaskan nya Ray saat makan es cream.
"Enak banget yah es cream nya sampai belepotan gini" Avneet membersihkan bibir Ray yang terdapat es cream coklat nya.
"Heheh, bibi mau?" Tawar Ray dan mendapat gelengan dari Avneet.
"Anak mommy kenapa lihatin kakak Ray nya terus hm?" Avneet menatap Sean yang berada pada pangkuan Sidd.
Sean bayi itu sedari tadi melihat Ray yang tengah asyik memakan es cream nya.
"Sean mau hm?" Kata Avneet mengajak bicara pada anak nya.
"Jangan dulu yah nanti aja kalau udah besar baru makan es cream nya hm?" Kata Avneet mencubit gemas kedua pipi Sean.
"Sabar yah anak daddy sekarang lihatin aja kakak Ray nya yang makan es cream" Kata Sidd mengecup kening Sean dengan penuh kasih sayang.
"Bibi kenapa adik Sean begitu lucu?"
Avneet menatap Ray karena ucapan polos yang anak itu lontarkan.
"Benarkah?" Ray mengangguk.
"Semua bayi memang lucu sayang waktu Ray kecil juga lucu kok bahkan sangat mengemaskan bibi saja sampai sering sekali mencium pipi Ray" Kata Avneet menjawab.
"Tapi Ray enggak pernah lihat foto masa kecil?"
"Kalau begitu minta mommy mu untuk menujukkan foto masa kecil kamu"
"Paman habis ini kita kemana?" Ray menatap Sidd.
"Kamu mau nya kemana hm?" Sidd bertanya balik.
"Aku mau beli mainan" Ray berucap dengan sangat semangat.
"Bukan nya mainan Ray udah banyak? Jadi Ray mau beli mainan apa lagi?" Avneet bertanya dengan lembut.
"Ray pengen beli mobil mobilan bibi"
"Oke kita beli" Putus Sidd membuat Ray merasa senang.
*****
Sesuai janji nya tadi kini mereka telah sampai di salah satu mall untuk membeli mainan.
Banyak pasang mata yang melihat kearah Sidd dan Avneet pasal nya mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia memiliki dua orang putra yang sangat lucu dan tampan.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Itu kan tuan Siddharth Nigam"
Sidd dan Avneet berhenti sejenak karena tiba tiba dikerubuni oleh para wartawan. Entah dari mana para wartawan ini tau jika Sidd sedang ada di mall ini.
"Tuan Siddharth bisa minta waktu nya sebentar?" Tanya salah satu wartawan.
Sidd milirik Avneet dan istrinya itu mengangguk kecil sembari tersenyum menandakan dirinya boleh diwawancara sebentar.
"Tuan bagaimana dengan bisnis anda? Apa yang akan tuan lakukan untuk kedepan nya?"
"Untuk saat ini saya sedang tidak membuat plening untuk bisnis saya masih sama saja seperti sebelum belum nya dan belum ada rencana mau membuka cadang lagi"
"Tuan sekarang kenapa jarang sekali terlihat di televisi?"
"Karena saya mau fokus dengan pekerjaan kantor saja dan keluarga saya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
Teen Fiction"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)