Adakah yang nungguin cerita ini?
Maaf baru bisa update lagi:)
Sidd tengah duduk dikursi kebesarannya mengerjakan tumpukan tumpukan berkas yang ada dihadapan nya.
Bruk
Suara pintu dibuka dengan kasar membuat Sidd mendongkak ke arah pintu dan berdiri kekasih nya ralat mantan nya yang sudah beberapa minggu mereka tak saling tukar kabar.
"Honey" Suara manja Jannat sembari melangkah mendekati Sidd.
"Kau kemana saja sudah beberapa minggu ini tidak menghubungi ku? Kau tau aku merindukanmu" Kata Jannat manja sembari duduk dipangkuan Sidd tanpa malu sama sekali.
"Menyingkirlah" Kata Sidd dingin sembari menurunkan Jannat dari pangkuan nya. Ia tak sudi lagi jika disentuh oleh wanita ini bisa bisa dirinya terkena kuman.
"Kau kenapa sih honey?" Kata Jannat manja.
"Sebelum nya aku peringatkan padamu jangan pernah memanggil ku lagi dengan sebutan honey" Kata Sidd menatap tajam Jannat.
"Apa maksud mu? Kita sepasang kekasih kan kenapa aku tak bisa memanggil mu honey?" Kata Jannat bingung.
"Itu dulu tapi tidak dengan sekarang" Kata Sidd santai.
"Maksud mu apa Sidd? Katakan dengan jelas?"
"Dengarkan ini baik baik aku dan dirimu tak memiliki hubungan apa pun. Sekarang kita bukan lagi sepasang kekasih" Kata Sidd dingin.
"Apa?"
"Hubungan kita sudah berakhir"
"Kenapa kau memutuskan ku secara mendadak begini apa salah ku?" Kata Jannat marah. Tentu saja ia tak terima dengan semua ini.
"Kau masih bertanya apa kesalahan mu?" Kata Sidd dengan senyum meremehkan.
"Ya karena aku memang tidak melakukan kesalahan apa pun" Kata Jannat dengan tenang.
"Berapa lama kau selingkuh dari ku?" Tanya Sidd dingin tanpa menjawab pertanyaan Sidd.
"Maksud mu?"
"Jawab saja pertanyaan ku itu" Kata Sidd.
"Apa maksud mu selingkuh? Kau tau kan aku tak pernah melakukan itu padamu" Kata Jannat.
"Benarkah?" Kata Sidd dengan senyum mengejek. Helow mau sampai kapan wanita ini tak mau mengaku juga? Jelas jelas ia sudah lihat semua nya dengan mata kepala nya sendiri dan wanita ini masih bisa bersikap biasa saja?
Sidd perlahan mendekati Jannat lalu saat sudah sampai didepan wanita itu ia memegang kedua bahu Jannat dengan erat.
"Aww lepaskan sakit" Pinta Jannat.
"Sakit? Benarkah?" Sidd malah semakin menekan kedua bahu Jannat dengan erat.
"Honey lepaskan" Kata Jannat.
"Jangan panggil aku honey" Bentak Sidd membuat Jannat terkejut.
"Kau bilang ini sakit kan?" Jannat mengangguk cepat namun Sidd malah menambah lagi kekuataan nya untuk memegang kedua bahu Jannat. "Sakit dibahu mu ini tidak seberapa dibandingkan rasa sakit dihati ku" katanya tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
Fiksi Remaja"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)