Avneet mendorong dada Sidd untuk menghentikan ciuman ini. Dirinya saat ini benar benar butuh bernapas karena dari tadi Sidd tak mau melepaskan nya juga.
"Mmphhhhh"
Uhh uhh
Avneet dapat melepaskan ciuman mereka dan saat itu juga dirinya mengambil oksigen sebanyak banyak nya. Sidd malah nampak seperti tak bersalah saja.
"Eh-kemana tuan Abhi pergi?" Kata Avneet yang baru menyadari bahwa tak ada sosok pria jangkung itu.
Sidd mengangkat bahu nya acuh tak peduli dengan sosok teman nya itu yang sudah tidak ada didalam ruangan nya. Pasti teman nya itu kesal melihat adegan ciuman dirinya dengan istrinya membuat teman nya itu langsung pergi tanpa mengucapkan apa pun juga. Hahaha rasakan itu batin Sidd bersorak senang.
"Buatkan aku makan butter chicken" Pinta Sidd.
"Eh? Memang nya ada bahan nya didapur?" Tanya Avneet.
"Tidak"
"Lalu?"
"Sekarang kita pulang dan buatkan aku itu dirumah" Kata Sidd.
"Tapi pekerjaan ku belum selesai"
"Kamu lupa? Aku ini bos nya!" Kata Sidd tajam. "dan sebagai bos aku meminta mu pulang sekarang dan lanjut kerja dirumah" lanjutnya.
"Baiklah aku akan mengambil tas ku dulu" Kata Avneet pasrah. Dirinya sama sekali tidak bisa membantah atau menolak perintah Sidd. Menyebalkan.
Setelah kepergian Avneet dari ruangan nya ponsel Sidd berbunyi dan tertera nama 'Jannat'.
"Kenapa?"
"sayang kamu sibuk enggak?"
"Tidak"
"kebetulan sekali aku ingin berbelanja ke supermarket bisa kamu temani?"
"Oke sebentar lagi aku sampai"
"terima kasih sayang i love you"
Sidd keluar dari ruangan nya.
"Avneet kamu pulang duluan saja aku ada urusan" Kata Sidd langsung melenggang pergi tanpa mendengar jawaban istrinya itu.
Avneet menatap kepergian Sidd dengan bingung. Kemana pria tampan itu akan pergi bukan nya tadi dia meminta dirinya untuk membuatkan nya makanan tapi kenapa sekarang malah pergi? Apa dirinya cuma dikerjain doang?
Huft
-000-
Avneet sudah sampai dirumah dan langsung pergi ke dapur.
"Maria" Panggil Avneet.
"Iya nona"
"Apakah tidak ada daging?" Tanya Avneet ketika membuka kulkas.
"Kebetulan lagi habis nona dan baru saja mau dibeli" Kata Maria. "Memang nona mau membuat apa biar nanti saya yang buatkan" lanjutnya.
"Aku mau membuat butter chicken" Kata Avneet. "Tidak usah terima kasih biar aku saja yang membuat nya sendiri dan pergi ke supermarket untuk membeli daging nya" lanjutnya.
"Baiklah nona"
"Oh ia dimana Arishfa?" Tanya Avneet ketika tak melihat adik ipar nya itu.
"Nona Arishfa sedang dikamar nya"
"Baiklah" Avneet pergi ke kamar nya yang berada dilantai dua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
Fiksi Remaja"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)