Sidd membuka mata nya dan melihat sekeliling dirinya ingat kalau ini bukan kamar nya melainkan dirinya sedang berada diapartemen ibu mertua nya. Lalu Sidd melihat ke sebelah dan sudah tak mendapati istrinya, Sidd berdiri dan memakai celana boxer nya tanpa dalaman yang berserakan dilantai lalu ia keluar kamar untuk mencari istrinya dengan bertelanjang dada.
Sidd dapat melihat kalau Avneet sedang memasak lalu dirinya menghampiri Avneet.
"Kenapa pagi sekali bangun nya?" Tanya Sidd.
"Aku memang sering bangun pagi" Avneet menjawab tanpa melihat kearah suami nya.
"Bereskan barang barang mu kita akan pulang sekarang" Kata Sidd.
"Aku tak mau"
Sidd langsung mencekram kedua lengan Avneet hingga membuat wanita itu berbalik menghadap Sidd.
"Apa maksud mu tak mau hah!" Kata Sidd membentak.
"Aku masih mau menginap disini" Jawab Avneet.
"Aku tidak mengizinkan nya" Kata Sidd tegas.
"Kamu tak bisa seperti itu Sidd aku akan menginap dirumah ibu ku lalu kenapa kamu tidak mengizinkan nya?" Kata Avneet teriak.
"Kamu lupa sekarang ini aku suami mu jadi aku yang lebih berhak atas dirimu" Kata Sidd tegas.
"Cepat bereskan semua baju baju mu atau aku akan semakin marah" Kata Sidd penuh penekanan.
"Dasar pemaksa" Gumam Avneet pelan namun masih bisa didengar oleh Sidd dengan jelas.
"Kamu mengatakan sesuatu?"
"Ah-tidak mungkin pendengaran kamu saja yang bermasalah" Avneet tersenyum kikuk.
"Cepatlah bereskan baju baju mu aku tak bisa menunggu lagi" Kata Sidd.
"Mm kamu mandi saja dulu" Avneet memilih untuk mengikuti perintah suami nya daripada dirinya dapat hukuman lagi apalagi hukuman nya bercinta maka Sidd tak akan melepaskan nya.
"Baby!"
Avneet dan Sidd menoleh kearah wanita yang baru saja masuk itu tanpa permisi dulu. Dilihat nya Jannat yang datang dengan muka marah, ketika bangun dari tidurnya Jannat mencari Sidd namun ia ingat bahwa kekasih nya itu tak kunjung datang lagi setelah meminta izin untuk mencari angin sebentar dan Jannat sudah tau bahwa Sidd pergi menemui istrinya membuat nya semakin marah.
"Sayang kau kenapa disini?" Tanya Sidd mendekat kearah Jannat.
"Kau membohongi ku baby? kau bilang semalam akan kembali lagi keapartemen ku tapi ternyata kau malah menemui istrimu?" Kata Jannat marah.
"Bukan seperti itu sayang" Kata Sidd.
Mata Jannat tak sengaja mengangkap tanda merah disekitar leher Sidd dan juga dadanya lalu ia melihat kearah Avneet dan benar disekitar leher Avneet juga terdapat tanda. Jannat tak bodoh ia tau itu tanda apa jadi semalam mereka melakukan hubungan itu?
Jannat langsung mendekati Avneet dan menarik rambutnya dengan sangat kasar.
"Akhh!"
"S-sakit lepaskan" Rintih Avneet kepada Jannat.
"Dasar jalang! Kau berani menggoda kekasih ku!" Kata Jannat membentak.
Jalang? Eh kaga salah dia istri nya men -auhtor
"A-ku tak menggodanya"
"Lalu ini apa hah!" Jannat menujuk tanda merah disekitar jenjang leher Avneet.
"Jannat lepaskan dia" Kata Sidd mencoba menarik tangan Jannat dari rambut Avneet.
"Kenapa kau jadi peduli padanya baby?" Tanya Jannat marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
Fiksi Remaja"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)