Setelah selesai makan Sidd membawa Avneet kedalam kamar mereka.
"Bersiaplah aku akan mengajak mu jalan jalan" Kata Sidd membuat kedua dahi Avneet mengerut. Tumben sekali?
"Tumben sekali ada apa?" Tanya Avneet.
"Kamu tidak mau jalan dengan suami sendiri?" Sidd menatap tajam kearah Avneet membuat Avneet seketika merasa takut. Kejadian waktu Sidd memukuli nya masih saja menghantui pikiran nya.
"Bukan, ya baiklah aku akan bersiap" Kata Avneet.
"Tidak usah ganti baju pakai saja yang itu" Sidd meninggalkan kamar nya.
Avneet segera memolesi wajah nya dan memakai liptint sedikit lalu mengambil sling bag nya dan bergegas turun ke bawah.
"Avneet kamu mau kemana?" Tanya Lucky saat Avneet sudah turun tangga.
"Aku akan pergi jalan jalan dengan suami ku" Jawab Avneet membuat Lucky tak suka.
"Kalau begitu aku ikut" Kata Lucky mana mungkin dirinya membiarkan kakak nya menghabiskan waktu berdua saja dengan Avneet. Semakin mereka dekat maka semakin besar kemungkinan kalau mereka akan saling jatuh cinta dan Lucky tak mau itu sampai terjadi.
"Tidak!"
Dilihat nya Sidd sudah memasuki rumah nya. Tadi dirinya tengah menyiapkan mobil tapi karena istrinya tak kunjung keluar juga akhirnya ia memutuskan untuk melihat nya didalam dan tanpa sengaja mendengar percakapan antara istrinya dan adik nya.
"Kau tidak bisa melarang ku kak" Lucky menatap tajam kakak nya itu.
"Tentu saja aku bisa karna kau berencana untuk menghalangi waktu ku berduaan dengan istri ku ini" Sidd menjawab dengan santai. Sidd menarik pinggang Avneet agar semakin dekat dengan dirinya.
"Walau kau melarang nya aku akan tetap ikut" Kata Lucky keras kepala.
"Tidak bisakah kau membiarkan kami menghabiskan waktu berduaan saja? Aku juga ingin menghabiskan waktu berdua dengan istri ku ini jadi kau jangan menganggu kami" Kata Sidd.
"Aku tidak akan membiarkan kau menghabiskan waktu berdua saja dengan Avneet karena bisa jadi kalau kalian akan saling mencintai" Kata Lucky membuat Sidd tersenyum miring.
"Memang apa yang salah dengan itu? Aku dan Avneet adalah suami istri jadi sudah sewajarnya kalau kita bisa saling mencintai" Kata Sidd santai membuat Avneet menatap dirinya lekat. Saling mencintai? Apa tidak salah? Sidd saja masih memiliki hubungan dengan kekasih nya itu bagaimana bisa mereka akan saling mencintai selama masih ada orang ketiga didalam pernikahan nya.
"Jika kau ingin jalan jalan maka ajak saja sana istri mu itu kasihan dia tidak pernah diajak jalan jalan oleh suami nya sendiri lagi pula dia tengah mengandung anak mu" Kata Sidd sudah membawa Avneet pergi tanpa mendengar jawaban dari Lucky.
"Sialan kau kak!" Lucky mengeram kesal. Biarpun Lucky dan Avneet tinggal satu rumah tapi dirinya masih susah untuk mendekati Avneet selama masih ada Sidd. Sidd pasti nya tidak akan membiarkan Lucky untuk mendekati istrinya lagi. Toh untuk apa hubungan mereka sudah berakhir dan mereka sudah mempunyai keluarga masing masing.
Sidd tidak akan membiarkan sesuatu yang sudah menjadi milik nya diambil oleh orang lain termaksud adik nya sendiri. Avneet adalah milik nya dan akan tetap seperti itu. Milik nya? Apa itu artinya Sidd sudah mulai mencintai istrinya?
-000-
"Hmm Sidd kita akan pergi kemana?" Tanya Avneet. Sedari tadi suasana didalam mobil sangat sunyi maka nya Avneet memberanikan diri untuk bertanya duluan karena suami nya dari tadi hanya diam saja membuat dirinya tak nyaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
Teen Fiction"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)