Avneet menuruni tangga dan menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan dan tentunya pesanan suami nya tadi.
"Eh Nona mau apa? Biar saya saja yang membuatkanya" Kata Maria sopan.
"Tidak perlu Maria terima kasih banyak tapi aku yang akan melakukan nya sendiri" Kata Avneet menjawab dengan senyum ramah.
"Tapi nanti nyonya besar akan marah nona" Cicit Maria pelan.
"Tidak akan, Mom tidak akan pernah marah kau lanjut saja dengan pekerjaan mu itu" Kata Avneet. Maria tersenyum tipis lalu mengangguk ia tak menyangka istri majikan nya sangat lah baik menghormati dirinya yang hanya seorang pelayan saja.
Setelah selesai Avneet menaruh semuanya diatas meja makan sembari menunggu semua orang datang. Tak lama Vibha dan Sonia datang bersamaan.
"Pagi" Kata Vibha tersenyum hangat.
Avneet membalasnya. "Pagi Mom, Mah" Katanya ramah. Avneet mulai menyiapkan sarapan untuk kedua orang tua itu dengan telaten.
"Dimana suami mu nak?" Tanya Vibha.
"Masih dikamar Mom sedang bersiap" Setelah mengatakan itu tak lama Sidd menuruni tangga dengan sudah rapih memakai baju kantor.
"Kau akan bekerja?" Tanya Vibha.
"Tentu Mom emang nya aku harus apa lagi?" Tanya Sidd balik dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Kau ini bagaimana sih? Kau dan istrimu baru saja menikah masa sekarang kau sudah kembali bekerja dulu? Ambil lah cuti dan habiskan waktu bersama dengan istrimu" Kata Vibha.
Sidd melirik sekilas lalu menatap sang ibu kembali. "Tidak Mom itu sangat tidak penting untuk ku" Jawab nya datar. Avneet tersenyum kikuk mendengar jawaban sang suami. Apa tadi katanya? Sangat tidak penting menghabiskan waktu berduaan dengan istrinya sendiri?
"Kak sebaiknya kita sarapan saja" Kata Sonia yang sudah sangat malas mendengar percakapan antara ibu dan anak itu.
Vibha pun mengangguk dan mereka menghabiskan sarapan dengan tenang.
"Aku berangkat ke kantor dulu" Kata Sidd berdiri dan meminum teh nya. Lalu ia mencium pipi kanan-kiri Mom Vibha.
"Sidd pamit lah dulu dengan istrimu cium kening nya" Kata Vibha membuat Avneet menunduk malu. Berbeda dengan Sidd yang nampak malas melakukan itu tapi dirinya harus bersandiwara didepan ibunya lagi.
Sidd mendekati Avneet dan langsung mencium kening nya sekilas setelah itu tanpa mengatakan apa pun lagi segera pergi ke kantor. Vibha yang melihat nya tersenyum bahagia.
"Mom bolehkah Avneet meminta izin?" Tanya Avneet ragu.
"Ya nak katakan saja?" Kata Vibha.
"Mm apa setelah menikah aku masih bisa bekerja? Jujur saja aku sangat menyukai pekerjaan ini?" Tanya Avneet memandang ragu wajah Vibha yang nampak diam.
"Kenapa kamu masih ingin bekerja? Kamu tau kan tugas seorang istri hanya dirumah saja mengurus rumah dan suami nya? Biar lah Sidd saja yang bekerja" Kata Vibha.
"Mm tidak seperti itu Mom hanya saja aku sudah terbiasa dengan bekerja. Kalau aku tidak bekerja rasanya seperti hampa saja dan urusan pekerjaan rumah aku masih bisa membagi waktu dengan urusan kantor" Jelas Avneet.
Vibha menghela napasnya dan kemudian mengangguk setuju. Selama menantu nya itu tidak macam macam diluar rumah maka ia akan mengizinkan nya.
-000-
Avneet sedang menunggu suami nya pulang kerja.
Tin tin
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
أدب المراهقين"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)