Arishfa dan Lucky sudah kembali dari luar negeri, mereka kaget mendengar kabar pernikahan Sidd dan Avneet. Terlebih lagi Lucky yang tidak bisa terima sama sekali, Lucky sampai mengamuk mendengar kabar itu hingga Arishfa yang menjadi sasaran kemarahannya.
Lucky menghampiri meja kerja Avneet membuat semua karyawan menatapnya bingung termaksud Avneet.
"Avneet keruangan ku sekarang!" Kata Lucky membentak membuat semua karyawan yang melihatnya kaget. Avneet dapat melihat dari wajah Lucky bahwa laki laki itu sedang marah besar.
"Maaf pak saya tidak bisa, saya masih banyak pekerjaan" Kata Avneet sopan. Lucky yang mendengar jawaban Avneet semakin membuat nya marah.
Laki laki itu pun segera menarik tangan Avneet paksa kedalam ruangan nya. Untunglah ruangan Lucky kedap suara jadi mau mereka berteriak pun tidak ada yang mendengar nya.
"Avneet apa yang kamu lakukan? Kamu membuat aku menikah dengan Arishfa dan sekarang kamu malah menikah dengan kakakku? Apa yang ada dipikiran kamu Hah!" Kata Lucky marah. Terlihat dari kepalan tangan nya yang mengeras.
"Maaf Lucky aku terpaksa melakukan itu semua karena sudah tidak ada solusi yang lain lagi. Aku berharap kamu bisa menerima Arishfa sebagai istrimu dan menyayangi nya dengan tulus, semoga keluarga kecil kalian bahagia. Kamu akan menjadi seorang ayah sebentar lagi jadi tolong lupakan aku dan semua masa lalu kita yang pernah kita lewati bersama Karena sekarang aku adalah kakak iparmu" Kata Avneet.
Lucky tertawa garing, dia benar benar tidak menyangka akan seperti ini.
"Kakak ipar? Aku tidak rela Avneet..aku benar benar tidak rela. Aku akan menceraikan Arishfa saat anak itu lahir dan aku akan merebut mu kembali dari kakak ku itu!" Tegas Lucky.
"Cukup Lucky! pikirkan tentang calon anakmu dan perasaan Arishfa kalau kamu seperti ini" Kata Avneet.
"Lalu apa kamu tidak memikirkan perasaanku, perasaanmu sendiri? Kenapa Avneet kita harus berkorban karna takdir tuhan yang mempermainkan kita berdua hiks" Kata Lucky lirih bahkan ia sudah mengeluarkan air matanya menerima kenyataan ini yang sangat berat untuk hatinya.
"Sudah lah Lucky, lupakan aku, lupakan tentang masa lalu kita!" Kata Avneet segera keluar dari ruangan Lucky. Lucky memandangi kepergian Avneet dengan sendu.
-000-
Jam sudah menunjukkan pulang kantor Avneet sedang membereskan mejanya hingga suara seseorang membuat dirinya berhenti.
"Avneet pulang lah bersama aku" Kata Lucky yang sudah ada tepat didepan Avneet.
Untung saja kantor sudah sepi kalau tidak habislah Avneet. Apa yang akan dikatakan semua karyawan jika melihat Avneet berbicara dengan bos nya yang sudah menikah.
"Hmm tidak usah pak saya pulang sendiri saja" Kata Avneet kikuk.
Lucky tak suka ketika Avneet memanggil 'pak' seperti itu apalagi menolak ajaran nya.
"Tidak usah formal seperti itu santai saja" Kata Lucky. "Aku akan lebih suka jika kamu memanggil diriku nama!" Lanjutnya tersenyum tipis. Avneet mengangguk kecil saja.
"Ayo pulang kau tidak bisa menolak karena kita satu rumah benar bukan?" Kata Lucky terkekeh kecil. Lucky memang harus menerima semuanya kalau Avneet sudah menikah dengan kakak nya tapi bukan berarti ia akan menyerah. Lucky malah senang saat tau dirinya dan Avneet akan tinggal satu rumah terus itu artinya Lucky mempunyai banyak kesempatan untuk mendekati Avneet kembali dan mengenang masa lalu indah mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Memilih [END]
Novela Juvenil"Kenapa kau malah menjadi kakak ipar ku? Bukan nya menjadi istri ku?" tanya Lucky. "Takdir." kata Avneet singkat. Rank📝 #1 Siddharth Nigam #1 Avneet Kaur #1 Siddneet #14 penyesalan #181 gairah #223 sedih #255 pernikahan #273 hurt #273 dewasa W...
![Cinta Yang Memilih [END]](https://img.wattpad.com/cover/233010285-64-k653784.jpg)